Inilah Para Pencuri Motor di Denpasar

812

SULUHBALI, Denpasar – Tingginya angka kasus pencurian kendaraan bermotor roda dua di Bali membuat Jajaran Polda Bali akhirnya turun tangan.

Alhasil, tim Jatanras Polda Bali berhasil meringkus sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berjumlah enam orang, berinisial ESL alias YNT (33), IGKBSA alias SRY (17), ESA alias MK (25), GS alias YRI (25), PEAP (25), dan BPW (20) yang sudah beraksi di 26 Tkp.

Dari penangkapan komplotan tersebut sedikitnya 20 unit kendaraan roda dua berbagai jenis yang  berhasil diamankan dari para pelaku yang kerap melakukan aksinya pada pukul pukul 02.00-04.00 Wita.

Kasubid Penmas Polda Bali, AKBP Sri Harmiti mengatakan komplotan spesialis curanmor ini mengambil sepeda motor yang tidak dikunci stang yang berada parkiran kos-kosan, parkiran Masjid, parkiran halaman rumah serta di pinggir jalan.

“Mereka yang berhasil kita amankan ini selalu mengambil sepeda motor yang tidak dikunci stang yang berada parkiran kos-kosan, parkiran Masjid, parkiran halaman rumah serta di pinggir jalan pada jam dini hari sekitar pukul 02.00 – 04.00 Wita. Kemudian menuntun sepeda motor tersebut dengan cara mendorong dengan kaki apabila jumlah pelaku berdua atau dengan dituntun berjalan kaki bila pelaku sendiri kemudian disembunyikan di tempat yang agak jauh atau di kos tersangka,” terangnya, Rabu (17/02/2016).

Akbp Sri Harmiti menyebutkan komplotan ini dalam melancarkan aksinya, memotong kabel kunci kontak dengan gunting kemudian disambung untuk dapat menghidupkan sepeda motor curiannya.

Pelaku juga menggunakan modus mengambil kunci asli sepeda motor Kawasaki LX dan menggandakannya, kemudian sebulan kemudian mengambil motor itu dengan menggunakan kunci yang telah digandakan.

“Ini sudah sindikat. Ada jokinya, ada pemetiknya, informasi penadahnya dibawa ke wilayah Puger, Jember. Mereka memetik langsungdi wilayah Denpasar Selatan, Denpasar Barat. sementara suku pelaku ada dari Lombok, Jawa dan Bali dan hasil curian sudah ada yang dibawa ke Jember,” papar Sri.

Beberapa sepeda motor hasil curian ada  yang sudah dibawa ke Jember, Jawa Timur sebanyak tujuh unit yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 800 ribu hingga Rp. 2 juta kepada beberapa penadah di seputaran kota Denpasar.

Saat ini, tim Jatanras Polda Bali masih mengejar dua orang tersangka yang belum tertangkap dan membawa BBdua unit para penadah termasuk pemetik diduga mereka masih ada di Bali.

“Di antara 6 pelaku yang berhasil kita amankan terdapat  tersangka yang berumur 15 tahun dan 16 tahun. mereka itu putus sekolah dan diduga orang yang frustasi namun kami sudah mengembalikan keduanya pada keluarganya,” ujarnya.

Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP Ayat 1 ke 3, 4 dan 5 KUHP jo 480 KUHP Tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman minimal lima tahun penjara. (SB-Ijo)

 

 

Comments

comments