Ini Makna Sugian Jawa

360
Seorang pemangku sedang memimpin persembahyangan.

SULUH BALI, Denpasar – Enam hari menjelang hari suci Galungan umat Hindu mengadakan upacara yang disebut Sugian Jawa atau juga sering disebut dengan Sugihan Manik Jawa sebagai upacara Pererebwan dalam membersihkan alam semesta beserta segala isinya.

Umat Hindu melaksanakan persembahyangan di parahyangan khayangan tiga maupun sanggah masing-masing. Pada upacara ini biasanya juga disertai dengan tirta parerebwan dan berikut dengan banten parerebwan.

Pada lontar Sundarigama disebutkan pada wheraspti wage sungsang disebut dengan sugyan jawa sebagai upacara pererebon yang dilaksanakan dengan melakukan pemujaan kehadapan para Bhatara yang kemudian dipersembahkan sesajen sampai dengan pelaksanaan galungan tiba.

“Sungsang, rehaspati wage ngaran parerebwan, sugyan jawa kajar ing loka, katwinya sugyan jawa ta ngaran, apan pakretin bhatara kabeh arerebon ring sanggar mwang ring parhyangan, dulurin pangraratan, pangresikan ring bhatara, saha puspa wangi. Kunang wwang wruh ing tatwa jnana, pasang yoga, sang wiku anggarga puja, apan  bhatara tumurun mareng madyapada, milu sang dewa pitara, amukti banten anerus tekeng galungan.”

(Pada Wuku Sungsang, yakni hari Kamis Wage Sungsang dinamakan Parerebwan, atau dinamakan Sugihan Jawa oleh masyarakat umum. Latar belakang dinamakan Sugihan Jawa karena merupakan hari suci bagi para Bhatara untuk melakukan rerebu di Sanggar dan di Parhyangan, disertai pangraratan dan pengresikan untuk Bhatara serta kembang wangi. Bagi orang yang mengetahui rahasia batin akan melakukan yoga, para pendeta melakukan pemujaan tertinggi, karena pada hari itu Bhatara turun ke dunia diiringi para dewa dan roh leluhur untuk menikmati sesajen persembahan umat hingga sampai pada hari Galungan).

Adapun banten atau persembahan yang dihaturkan pada hari sugian jawa yakni sesayut tutuwan atau pengarad (penarik kebahagian).

Secara umum pelaksanaannya dilakukan sebagai simbolisasi pembersihan alam semesta (bhuana agung) sehingga pelaksanaan Galungan berjalan sesuai dengan harapan sehingga terwujudnya harmonisasi alam semesta beserta isinya. (SB-Skb)

 

Comments

comments