Ini Kesombongan Dua Raja Bersaudara “Sunda Upasunda”

1326

Tarian Dua Raja Bersaudara “Sunda Upasunda” Ditampilkan di Kalangan Ayodya. |foto-sem|

 

SULUH BALI,Denpasar ─ pertunjukan Tari yang mengisahkan keangkuhan dan keseombongan dua raja kakk  beradik yang bernama sunda upasunda dipentaskan oleh sanggar seni Laka Leke Banjar Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar pada rangkaian PKB ke-XXXVII di Kalangan Ayodya, Kamis  (18/6/2015).

“Pertunjukan ini mengambil tema kesombongan keserakahan dua raja bersaudara yang namanya Sunda Upasunda, mereka berdua ingin menguasai triloka tiga dunia) sehingga mereka terus bertapa” ungkap I Nyoman Cerita, SST, MFA,  Kordinator Sanggar Seni Laka Leke Gianyar.

Keseombongannya itulah  yang kemudian mengantarkan  kedua raja ini dalam pertapaannya digoyahkan oleh seorang bidadari cantik utusan dari Dewa Indra.

“Namun karena takdir terlalu sombong dan angkuh ingin menguasai semuanya itu tidak mungkin ahirnya takdir beliau tergoyah tapanya oleh seorang bidadari yang sangat cantik bernama Nilottama” terangnya.

Berkat godaan dari bidadari Nilottama kemudian kedua bersudara ini perang tanding dalam untuk mendapatkan dan memperistri bidadari Nilottama.

“Karena goyah karena wanita ahirnya mereka jatuh meraka saling berebutan ingin memperistri nilottama, kakak beradik ini dalam perebutan ini terjadi perang sengit perang tanding” papar Nyoman Cerita.

Namun diahiirnya karena kedua memiliki kekuatan yang sama peperangan tidak kunjung ada pemenang sehingga keduanya sama-sama tidak berdaya oleh kesombongannya sendiri.

“Karena sama-sama kuat ahirnya pada ahirnya sama-sama tidak berdaya “ jelasnya.

Drama Tari yang mengisahkan kesombongan dua raja bersudara  Sunda Upasunda ini ditarikan oleh 30 orang penari dan 30 orang sekaa gong.

Pada pementasan ini semua penari menggunakan topeng dalam mengisahkan cerita Sunda Upasunda, selain menampilkan pementasan utama drama tari Sunda Upasunda , sanggar ini juga menampilkan tari pendet, bapang barong ketet cilik dan barong bangkal. (SB-Su)

Comments

comments