Ini Jenis dan Bahaya Ramuan Racun Disebut “Cetik”

19759
Ilustrasi.

SULUH BALI, Denpasar – Cetik namanya, sebuah ramuan yang diracik dengan mencampurkan berbagai elemen benda serta diberikan kekuatan mantra. Cetik pun mampu membuat seseorang sakit, bahkan menghilangkan nyawa seseorang secara perlahan ataupun cepat.

Dalam berbagai sumber sastra, cetik dinyatakan dengan berbagai nama dan jenis diantaranya yakni bernama Cetik Kerikan Gangsa (Kerawang), Cetik Geringsing, Cetik Ceroncong Polo, Cetik Buntek, Jinten, Badung dan lain-lain.

Secara umum, jenis cetik yang paling lazim terdengar di telinga masyarakat Bali yakni Cetik Kerikan Gangsa yang berbahan dasar serpihan tembaga yang diambil dari sebuah lempengan gong gangsa (salah satu jenis perlengkapan gambelan Bali) kemudian dicampurkan dengan medang-medang pohon bambu.

Ada lagi namanya Cetik geringsing merupakan cetik yang terbuat dari jenis yuyu (kepiting) geringsing dimana memiliki ciri bertubuh merah. Jenis cetik ini menyerang organ lambung sehingga korbannya akan berakibat pada muntah-muntah, sampai dengan muntah darah.

Kemudian ada jenis cetik yang paling menakutkan, bernama Cetik Ceroncong Polo, dimana ketika cetik ini telah masuk ke dalam tubuh yang dicari dan dirusak adalah sistem otak manusia. Secara cepat atau lambat otak manusia akan dirusak hingga akhirnya otak akan berhenti untuk bekerja.

Cara kerja dari sebuah cetik yakni dengan ditaburi di makanan atau minuman si calon korban. Ketika dimakan atau diminum masuk kedalam tubuhnya ia akan merasakan mual dan sakit perut. Dari sakit perut biasa kemudian menjadi sakit perut parah dan disertai dengan penurunan kinerja organ tubuh lainnya sesuai dengan fungsi dan jenis dari cetik yang dimasukkan.

Bagi yang memiliki tingkat kekuatan tinggi (ilmu pengiwa) untuk menyakiti korbannya dengan cetik tidak menggunakan sarana. Hanya dengan melihat serta mengucap mantra makanan atau minuman bisa mengenai si korbannya.

Penawar Cetik

Terlepas dari bahaya yang ditimbulkan oleh cetik, namun ada juga yang dapat dilakukan untuk menghindari agar tidak terkena benda ini.

Bagi orang yang memiliki penafsiran yang tinggi sebuah cetik yang dimasukan ke dalam makanan atau minuman yang disuguhkan kepadanya seketika akan berubah. Seperti misalnya makanan akan terlihat seperti uled (larva), sementara dalam minuman akan terlihat aneh sehingga bisa mengurungkan untuk memakannya.

Sementara bagi orang awam dalam menghindarinya adalah yakni dengan berdoa sebelum memulai memakan atau meminum sebuah makanan atau minuman yang disajikan. Meyakini kekuasaan Hyang Maha Kuasa adalah modal utama dalam menghindari benda semacam ini.

Pengobatan

Adapun cara pengobatan ketika terkena cetik disebutkan dalam Lontar Wrehaspati Kalpa yang kemudian disusun dalam sebuah buku karya Made Bidja (1989) menyebutkan sebagai berikut :

“Terkena cetik, Selembar don sembung sakawit, injin, bawang adas, tahap akna”.
Obat kedua : “Terkena cetik, Selembar empol gebang, baas barak, bawang adas, pitik sembelung, cakcak, tahap akna”.
Obat ketiga : “Terkena cetik, babakan kwanji, babakan jangan ulam, rimuncukne 3 muncuk, injin, uyah ajumput, pitik sumalulung, kuwud nyuh mulung, sami cakcak, usan mecakcak raris pulang ring kuwude, tahap akna”.

Sementara untuk penawar terkena cetik adalah dengan mengucapkan mantra “Om lara muksah ilang”. (SB-Skb)

Comments

comments