Ini “Golden Legacy” Yang Ingin Pastika Berikan Untuk Bali

0
71

SULUH BALI, Denpasar – Golden Legacy (Warisan Emas) apa yang Mangku Pastika tinggalkan untuk Bali selama 10 tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali? Demikian salah satu pertanyaan dari Prof.Dr Muninjaya yang hadir sebagai peserta Simakrama Gubernur Bali, Sabtu (30/6) lalu di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala, Renon.

Terhadap pertanyaan tersebut Made Mangku Pastika kemudian jelaskan, bahwa dirinya hanya ingin memberikan 3 golden legacy (warisan emas) untuk Bali. Antara lain dia sebutkan, pertama terwujudnya pengentasan kemiskinan di seluruh Bali. Dia ingin tidak ada lagi warga yang miskin. Kedua, terwujudnya masyarakat Bali yang cerdas, terdidik. Dan yang ketiga, agar masyarakat Bali lebih sehat.

Program Bali Mandara sesungguhnya antara lain diarahkan untuk mencapai 3 hal tersebut. Bahkan dalam berbagai kesempatan dia paparkan dan ingatkan, bahwa masyarakat yang miskin akan menurunkan kualitas kesehatannya. Kalau warga tidak sehat, maka akan menjadi sulit untuk melakukan pekerjaan, yang berimpilikasi terhadap rendahnya ekonomi dan kesejahteraannya karena tidak produktif.

Kalau kondisi konomi warga dalam kekurangan, maka akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan yang rendah maka produktifitas warga juga rendah. Hal tersebut juga kembali membawa mereka pada kemiskinan. Sebuah lingkaran, yang menurutnya harus dengan segera dipotong.

Sepuluh tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali lewat Program Bali Mandara dengan Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Sekolah Bali Mandara, Bedah Rumah, Gerbangsadu, Simantri, Rumah Sakit Bali Mandara, Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan seterusnya sesungguhnya ingin mewujudkan masyarakat Bali yang sehat, terdidik dan sejahtera secara ekonomi. Disamping kemajuan, keamanan, dan tetap terjaganya kedamaian di Bali.

Pastika tegaskan, dia tidak berharap dirinya nanti dibuatkan sesuatu atau apapun yang membuat dirinya dikenang. Bahkan dia katakan, tidak apa-apa seandainyapun dirinya nanti tidak dikenang. Asal 3 hal diatas itu bisa terwujud. Yakni masyarakat Bali tidak ada lagi yang miskin, rakyat lebih cerdas karena mendapatkan pendidikan yang baik. Dan masyarakat Bali lebih sehat.

Peserta simakrama yang lain, Dewa pemuda asala Badung menyampaikan kepada Mangku Pastika, agar nanti setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Bali agar Mangku Pastika tetap ikut memberikan sumbangsihnya, bagi keberlangsungan pembangunan Bali ke depan.

“Percayalah, every second of my life for Bali. Hidup dan waktu saya untuk kebaikan Bali. Dan itu hanya berakhir apabila saya sudah tidak bernafas lagi,” tegas Mangku Pastika meyakinkan penanya dan warga yang hadir di simakrama tersebut.

Dia sampaikan rasa syukurnya yang telah  memperoleh kemuliaan, kesempatan, kesehatan dan nafas yang diberikan oleh Tuhan. Karenanya, dia sebut hal itu sebagai utang kepada Tuhan, kepada masyarakat, negara, pemerintah, alam, keluarga dan semuanya. Apa yang telah dan akan dia lakukan dia sebut sebagai cara dirnya untuk mencicil utang-utang tersebut. (SB-Rk)

Comments

comments