Ini Dua Hal Wajib Sebelum Menarikan Rangda

7609
Made Djimat (foto skb).

SULUH BALI, Gianyar – Menurut maestro tari asal Batuan, Gianyar, Made Djimat ada dua hal penting yang wajib hukumnya diperhatikan sebelum menarikan rangda agar tidak terjadi kecelakaan atau musibah yang tidak diinginkan terjadi.

Pertama, seorang penari rangda harus terlebih dahulu melakukan upacara pawintenan (pembersihan diri).

“Kalau mau menari rangda harus mewinten terlebih dahulu,” kata Made Djimat pada Seminar Membedah Etika Tari Rangda di Rumah Topeng dan Wayang Setiadharma, Mas, Ubud, Gianyar, Minggu (27/3/2016).

Pewintenan sendiri ada tiga jenis sesuai dengan tingkatannya, yakni tingkat nista, madya dan utama. Seorang penari wajib memilih salah satu tingkatan sesuai dengan kemampuan.

“Pewintenan ada tiga macam yakni nista, madya dan utama. Ambil yang tingkatannya lebih kecil yakni nista atau pawintenan sekar,” terang Djimat.

Kedua, penari rangda harus memperhatikan pakem rangda yang terkait dengan gerak tari maupun intonasi ucap-ucapan.

“Tari rangda sesungguhnya memiliki pakem, menarikan rangda seenak hati ini akan menimbulkan bahaya,” imbuhnya.

Dua hal ini menurut Made Djimat adalah pesan penting yang ia dapat dari kakeknya yang bernama almarhum Wayan Gesuh. (SB-Skb)

Comments

comments