Ini Alasan di Kapal Tak Ada Jual Tipat

1588

Anak Agung Gede Dharmayasa ( Bendesa Adat Kapal, Mengwi, Badung). |foto-raka|

 

SULUHBALI.CO, Badung – Sudah menjadi keyakinan oleh masyarakat Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, tidak diperkenankan medagang (menjual) tipat. Karena tipat tersebut merupakan simbol energi feminimisme yang diwakili oleh keberadaan Ibu Pertiwi atau Bumi, dalam bentuk fisiknya sebagai Tanah.

“Sudah menjadi sebuah kepercayaan masyarakat Desa Adat Kapal mengenai larangan menjual Tipat itu,” ungkap Bendesa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Anak Agung Gede Dharmayasa ditemui disela-sela acara Perang (siat) Tipat – Bantal di jaba Pura Desa, Desa Adat Kapal, Selasa (14/10). Karena Tipat sebagai Ibu Pertiwi atau Tanah, adalah penopang hidup, tempat tumbuh dan berkembang yang harus dijaga dan dilestarikan, dirawat dan dihormati.

Kejadian paceklik yang pernah dialami oleh desa disana, adalah akibat dari lalainya melaksanakan penghormatan terhadap pemberi hidup itu yakni tanah, baik berupa ladang maupun sawah yang menghasilkan makanan bagi kelangsungan hidup warganya.

Disebutkan juga dalam Lontar Tabuh Rah Pengangon, salah satu lontar yang ditemukan dan dimiliki oleh warga Desa Kapal, Bapak Ketut Sudarsana, berisi uraian tentang Patih Kebo Iwa yang merupakan utusan Raja Bali kala itu, Asta Sura Ratna Bhumi Banten.  Patih Kebo Iwa akhirnya menerima wahyu dalam yoga semadinya, untuk mengatasi keadaan paceklik, kelaparan dan kesengsaraan yang menimpa warga disana pada saat itu.

Wahyu atau sabda yang diberikan oleh Sang Pencipta lewat Sang Hyang Siwa Pasupati kepada Patih Kebo Iwa saat itu adalah mengingatkan agar warga disana melaksanakan penghormatan atau aci terhadap tanah atau Ibu Pertiwi. Sehingga akhirnya digelar secara rutin tiap Sasih Kapat berupa Aci Rah Pengangon atau Aci Rare Angon dengan sarana tipat – bantal. Selesai upacara, tipat – bantal yang tersisa juga dikembalikan dengan menaburkannya di sawah atau lading warga sebagai asal dan sumber dari tipat dan bantal itu. (SB-raka)

Comments

comments