Ingin Mengenang Bali Tempo Dulu, Bisa Mampir ke Warung Celagi

181
Warung Celagi Kesiman (sb-cas)

SULUH BALI, Denpasar – Warung Celagi yang terletak di Jalan Noja No 23 Denpasar ini bisa dibilang cukup unik. Berada ditengah kota Denpasar tapi memiliki lahan hijau yang cukup luas, ditambah desain bangunan dan interior yang unik dan berbeda.

Ketika masuk ke area Warung Celagi, pengunjung langsung disambut oleh susunan sabut kelapa disepanjang jalannya. Ternyata selain menjadi hiasan, sabut kelapa ini nantinya juga akan dijadikan bahan bakar di Dapur Celagi. Menurut Owner dari Warung Celagi, Bayu Pramana menjelaskan bahwa konsep dari Warung Celagi ini sendiri ingin mengembalikan lagi konten tradisional Bali.

“Konsep Warung Celagi ini lebih ke konten Bali ya, kita sekarang ini sudah lupa sama cara-cara masak tradisonal Bali, kemudian bahan-bahan baku Bali padahal kita kaya sekali dengan bumbu-bumbuan tradisional yang luar biasa enaknya. Nah disini kita mencoba menggali kembali keyaan-kekayaan kuliner kita itu. Jadi sama sekali kita disini tidak menggunakan bahan-bahan baku import,” jelas Bayu.

Bahan baku lokal disini merupakan bahan baku asli Bali, seperti bawang putih, bawang merah dan bumbu dapur yang digunakan adalah jenis bumbu lokal. Begitu juga dengan jenis daging yang digunakan seperti daging babi dan daging ayam, adalah jenis daging yang diternakkan secara organik tanpa diberi makan konsentrat.

Untuk jenis menunya, ada beberapa jenis menu tradisional khas Bali yang disajikan, antara lain, sate dan soto dengan pilihan daging hanya dua, yaitu daging babi dan daging sapi, lalu ada nasi goreng Bali dengan tiga pilihan daging mulai dari daging ayam, daging babi dan daging kambing.

Selain itu, Warung Celagi juga menyediakan satu menu otentik Bali yakni babi guling. “Untuk babi guling ini, kami buat dengan babi hitam lokal yang diternakkan secara alami dan diolah dengan proses tradisional yakni diguling diatas bara api selama kurang lebih 3 jam,” tambah Bayu.

Harga di Warung Celagi Kesiman mulai dari Rp 15 ribu per porsinya. Sedangkan untuk babi guling per ekornya dijual dengan harga Rp 2,5 juta.

Masih ada home made ice cream yang dibuat dari santan kelapa dan buah kelapa muda dengan menggunakan pemanis gula batu. “Sehingga menu ini sangat aman untuk anak-anak karena tidak akan menyebabkan radang tenggorokan,” tambahnya.

Secara umum, desain bangunan Warung Celagi menggunakan konsep arsitektur tradisional Bali dengan bahan-bahan lokal. Mulai dari konsep bale panjang yang dibangun di sisi utara warung yang tiang-tiang bangunan yang menggunakan batang pohon lontar, hingga daun kelapa untuk atap bangunan.

Penggunaan batang pohon lontar ini dikatakan Bayu karena pihaknya ingin kembali memperkenalkan bahan bangunan tradisional khas Bali.

“Saat ini bangunan tradisional Bali memang sangat banyak digunakan untuk desain rumah makan ataupun villa di Bali, namun penggunaan bahan baku lokal saya rasa masih sangat kurang, melalui warung ini kami ingin memperkenalkan kembali bahan baku tradisional khas Bali,” paparnya. (SB-cas)

Comments

comments

1 COMMENT

  1. Best Editing Service

    The amount of written content has been growing exponentially recently, and it’s no wonder. For students, writing is an inseparable part of college and university assignments; for businesses, online publishing is a way to reach customers. The need for…

Comments are closed.