Indra Lesmana Menggagas Komunitas Lewat Mostly Jazz Festival

19
Indra Lesmana (foto ist).

SULUHBALI, Denpasar – Sejumlah musisi bakal mengisi 2 panggung selama 3 malam,+di antaranya Balawan, Dewa Budjana Zentuary, Indra Lesmana Surya Sewana, Idang Rasjidi, Ito Kurdhi Chemistry, Koko Harsoe Trio dan musisi lainnya.

Event yang diselenggarakan oleh Griya Santrian Group dan Sanggar Musik Indra Lesmana mempersembahkan Sanur Mostly Jazz Festival yang bakal digelar 14-16 Juli 2017 di Pantai Griya Santrian Hotel, Sanur Bali.

Sanur Moestly Jazz Festival ini digagas Indra Lesmana dan istri, Hon Lesmana, serta pengusaha muda pariwisata Ida Bagus Gde Sidharta Putra atau Gusde sebagai bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan jazz di Bali.

Indra Lesmana beserta istrinya yang memutuskan untuk menetap di Bali sejak 2014 lalu ini, berkeinginan untuk bisa menyumbangkan ilmu dan pengalamannya bagi anak-anak muda berbakat khususnya dalam bidang musik.

“Untuk mewujudkan itu ia dahului dengan membangun komunitas dan wadahnya sebelum membuka sebuah sanggar. Disinilah peran Mostly Jazz dengan Santrian. kita ingin memberikan kesempatan kepada bakat-bakat muda baik yang sudah mengenyam pendidikan di sanggar kami dan juga bakat-bakat yang lain untuk dapat juga perform” ungkapnya, Rabu (14/6/2017).

Indra mengaku perhelatan musik ini dijiwai karakter masyarakat Sanur yang terbuka dan egaliter. Selain itu event semacam ini juga memberikan kesempatan kepada para musisi dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kolaborasi dengan seniman musik tradisional maupun musisi muda serta seniman lintas bidang untuk mengembangkan daya cipta secara bersama-sama.

“Festival ini ke depan juga membangun kemitraan dengan seniman bidang seni rupa, tari, sastra dan disiplin seni yang lain dalam suatu ajang yang lebih besar. Ia yakin kreativitas semacam ini bakal dapat memacu lahirnya karya-karya inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ida Bagus Sidharta Putra atau yang akrab disapa Gusde mengaku festival ini telah ditunggu masyarakat penggemar jazz, pasalnya mereka ingin porsi lebih dari sajian jazz di Sanur Village festival sepanjang 11 tahun pelaksanaannya. Kini muncul festival jazz pantai yang bakal menyajikan nuansa lain dan diharapkan bisa mendekatkan aneka pesan kekinian entah itu cinta, kasih sayang, persaudaraan, persatuan, maupun  perdamaian kepada khalayak luas.

“Mewarisi semangat jazz yang kreatif, interaktif, dan kolaboratif, Gusde berharap  momen musikal ini menghadirkan optimisme terhadap perubahan yang lebih baik melalui perspektif musik. Seperti halnya improvisasi dalam jazz, festival ini berambisi bisa menginspirasi kehidupan bukan hanya lingkup sosial yang kecil, melainkan menjangkau yang lebih luas: rakyat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Lanjut, Gusde acara ini bakal berkorelasi dengan kehidupan pariwisata yang telah menjadi napas keseharian masyarakat Bali pada umumnya, dan Sanur khususnya. “festival jazz ini melengkapi sejumlah aktivitas yang telah ada dan memberikan sumbangsih untuk mendatangkan sebanyak mungkin peminat jazz dari berbagai penjuru dunia ke Bali,” imbuhnya.

Secara tematik, Sanur Mostly Jazz Festival akan bersinergis dengan tema utama Sanur Village Festival XII tahun ini yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Gusde yang juga ketua umum Sanur Village Festival mengatakan festival ini sekaligus sebagai pembuka maupun penanda Sanur Village Festival yang akan digelar pada 9-13 Agustus 2017 mendatang. (SB-Dims)

 

Comments

comments