Imigrasi Tangkap Fotografer Turki Tanpa Ijin Kerja

SULUH BALI, Denpasar — Sebanyak 5 orang Turki yang bekerja di bidang fotografi di hotel-hotel berbintang ditangkap Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai. 4 orang sedang direncanakan untuk dideportasi dalam waktu dekat, sementara satu orang lain masih sedang diselidiki mengapa mereka bisa bekerja di Bali tanpa ijin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Cucu Kosmala, Kamis (27/11/2014) membenarkan bahwa ada lima WN Turki yang berhasil tertangkap saat pihaknya mengadakan razia. Masing-masing bernama, Omer Aksoz, Salih Gunay, Mustafa Mercan, Mehmet Serdar Bayir, dan Erkan Yildiz. Kelimanya ditemukan bekerja di Photograph Shop yang tersebar pada beberapa hotel berbintang. Diantaranya yakni Grand Nikko Hotel, Intercontinental Hotel, dan Conrad Hotel.

“Ada yang sempat berusaha melarikan diri, tapi akhirnya tetap tertangkap. Jadi saat ini Imigrasi Ngurah Rai sedang mempersiapkan tindakan deportasi terhadap keempat WNA tersebut. Selain itu juga akan mengusulkan tindakan pencekalan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi,” ujarnya.

Sementara itu setelah 2 hari melakukan patroli di wilayah Kuta Utara, Tengah dan Selatan oleh tim Pora (Pengawasan Orang Asing) membuahkan hasil menemukan 11 WNA yang telah melakukan pelanggaran penyalah gunaan izin tinggal.

imigrasi
Kepala Kantor Imigrasi Cucu Koswala (Kanan) saat memberikan keterangan (Foto-Ijo)

Kesebelas WNA tersebut tidak diketemukan dalam satu lokasi yang sama. Mereka antara lain Heather Ann Leducer (Amerika Serikat), Dylan Lewis Cooper (Amerika Serikat), Paul Don D’Alvares (Inggris), Celina Belle Sohur (Australia), dan Steffanie Claire Cater (Australia) di English First.

Mika Tanaka (Jepang) di Hotel Blue Point, Jessica Lee Cook (Australia) di Hotel Luna, serta Nis Kare Vorland (Norwegia), Henrik Olsen (Norwegia), Fredrik Freuchen (Norwegia), dan Oivind Klungseth Zahlsen (Norwegia) di Gateway College.

Sejumlah WNA dengan kasus serupa juga sempat diamankan oleh petugas Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai pada Jumat (21/11) dan Sabtu (22/11). “Ini akan kami proses lebih lanjut untuk penindakannya sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan.”

Ditegaskannya, segala tindakan yang diambil pihaknya ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Yang bekerja tentu harus melengkapi diri dengan ijin kerja, sehingga ada kontribusi bagi negara,” tegasnya seraya tidak memungkiri bahwa maraknya temuan-temuan seperti ini terkait perkembangan jumlah orang asing yang datang ke Bali, dibarengi penggalakan pengawasan oleh pihaknya. (SB-Ijo)

Ket : ‎Kepala Kantor Imigrasi Cucu Koswala (Kanan) saat memberikan keterangan (Foto-Ijo)

Comments

comments

Comments are closed.