Imigrasi Denpasar Tahan Paspor WNA Di Sanur

185

Salah satu WNA saat di periksa petugas imigran. |foto-humdps|

 

SULUH BALI, Denpasar – Sidak terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar yang melibatkan Imigrasi Denpasar, TNI, dan Polri, Rabu (29/4/2015) menyasar keberadaaan WNA di Desa Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur Kecamatan Denpasar Selatan.

Tim gabungan yang dipimpin Kasi Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kepercayaan Kesbangpol, IB Andika Putra  mendapati beberapa pintu villa kediaman WNA tertutup rapat, sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pendataan. Selanjutnya Tim menyasar villa lainnya, salah satu WNA Richard James Conley asal Amerika yang berhasil ditemui Tim ternyata belum  mengurus administrasi di kantor desa setempat dan hanya mengurus di imigrasi Ngurah Rai. Lain halnya dengan Johanes Hermannus WNA asal Belanda yang menempati Villa di Gang Jempiring menyambut baik kehadiran anggota tim pemantau WNA.

Mengenai kelengkapan surat-surat berkaitan dengan Passport dan Kartu Izin Tinggal Terbatas, Johannes telah memiliki ijin lengkap. Namun belum melapor diri pada lingkungan setempat. “Kami akan melapor diri ke lingkungan agar memberikan kenyamanan pada kami,” katanya.

Dari sidak WNA di desa Sanur Kauh seorang WNA asal Australia Cynthia Leuisa Pisera yang tinggal di Jl. Batur Sari telah menyalah gunakan visa touris untuk membuka usaha minuman. Menurutnya Ia telah melaksanakan usahanya selam tiga tahun dan telah mempekerjakan 10 pegawai. Atas penyalahgunaan visa tersebut Imigrasi Denpasar langsung menahan paspor untuk diproses.

Hendra Sudarsa dari Imigrasi Denpasar mengatakan paspornya di bawa ke kantor imigrasi untuk diproses. “Kita proses dulu penyalah gunaan visa ini. Nanti kalau sudah pasti berapa lama melakukan usaha baru ada tindakan,” ujarnya. Hendra Sudarsa menambahkan kegiatan yang dilakukan untuk pengawasan semacam ini sangat bagus sehingga dapat mengawasi WNA yang meyalah gunaan visa.

Sementara Kasi Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kepercayaan Kesbangpol Kota Denpasar, IB Andika Putra mengatakan sidak ini rutin kami laksanakan di empat kecamatan di Kota Denpasar. “Kali ini kami menyasar WNA yang berkediaman di kawasan wisata Sanur dengan melibatkan tim gabungan dari Imigrasi Denpasar untuk mendata dan mengetahui keberadaan maupun meningkatkan kedisplinan WNA dalam mengurus administrasi selama tinggal di wilayah Kota Denpasar,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan aparat desa dapat melakukan pendataan serta melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kesbangpol yang nantinya dapat menindaklanjuti keberadaan WNA di masing-masing wilayah desa.” Walaupun sebagai wisatawan, WNA yang tinggal lebih dari 1X24 jam di suatu wilayah harus melaporkan diri kepada aparat di Desa/Kelurahan, sehingga tidak dianggap sebagai penduduk illegal,” katanya.

Sekreatris Lurah Sanur I Gst Ngr Arya Widana mengaku hamper semua lingkungan di wilayah kelurahan Sanur ada WNA.  Beberapa dari jumlah WNA tersebut yang bertempat tinggal mengontrak rumah warga setempat maupun mengontrak beberapa Villa yang ada. Arya Widana  mengharapkan dari sidak ini dapat memberikan pemahaman kepada WNA, sehingga nantinya dapat menghormati kehadiran aparat desa untuk melakukan pendataan terkait dengan keberadaan WNA di wilayah Kelurahan Sanur. (SB-HumDps)

Comments

comments

Comments are closed.