Ikuti Pameran Inacraft 2017, Ny. Ayu Pastika Minta Para Pengrajin Kembangkan Inovasi

17

SULUH BALI, Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali dibawah pimpinan Ny. Ayu Pastika, yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali mengikuti ajang pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang dikenal dengan nama INACRAFT 2017, yang di gelar di  Jakarta Convention Center, mulai dari tanggal 26-30 April 2017.

“Dalam pameran ini kami Dekranasda Provinsi Bali serta Dekranasda di 8 Kab/Kota kecuali Kabupaten Klungkung yang tidak bisa ikut,  hadir disini untuk mempromosikan kerajinan seni yang berkembang di Bali dengan tujuan agar seluruh masyarakat Indonesia mengetahui produk-produk kerajinan Bali yang mampu bersaing dengan produk-produk unggulan daerah lain”,ujarnya yang ditemui saat meninjau pameran di JCC pada Jumat (28/04).

Lebih lanjut, Ayu Pastika mengungkapkan bahwa pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicrafts Indonesia (ASEPHI) yang bekerjasama dengan Pemerintah  merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk mendorong para pengerajin agar selalu memberikan atau menghasilkan karya yang dinamis, tidak menoton dalam desain, Inovasi warna hingga kemasan yang mengikuti selera pasar.

Terlebih, untuk para pengerajin yang ada di Bali, Ayu Pastika berharap para pengerajin dapat terus memacu diri untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitasnya, namun tetap di sesuikan dengan pakem yang dimiliki oleh Bali seperti endek,songket dan tenun. “Saya harap para pengerajin berani untuk mengembangkan inovasi, jangan berpatokan pada motif itu saja melainkan lihat juga tren yang berkembang di pasar, tapi saya minta tetap disesuaikan dengan pakem Bali yang ada”, tegas Istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Disamping itu, Ayu Pastika juga menyampaikan bahwa produk unggulan yang ditampilkan Bali dalam pameran ini adalah endek tulis prada yang merupakan gagasan dari pengerajin Anak Agung Indra Dwipayani pemilik dari Agung Bali Collection. Selain itu, produk-produk endek, tenunan serta kerajinan perak juga ditampilkan dalam pameran tersebut. Ayu Pastika berharap, dengan diikutkannya para pengerajin dalam pameran terbesar yang digelar tiap tahun tersebut dapat memacu pengerajin dalam menghasilkan inovasi produk baru sehingga kerajinan Bali dapat diterima oleh pasar dan bisa bersaing dengan pasar domestik maupun international.

Untuk diketahui, pameran yang mengusung Tema “From Smart Village to Global Market”,  sebelumnya telah di buka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dimana pameran ini diikuti oleh 1.400 peserta terdiri dari pengusaha, produsen dan pengerajin dari berbagai daerah. Selain itu, pameran ini juga dikunjungi oleh 1000 buyer dari 22 negara termasuk 12 negara anggota AHPADA (ASEAN Handicrafts Promotion and Development Association). (SB-humprov)

Comments

comments