Idul Adha : Belajar Mengajar di Bali Tetap Berjalan

47

Karo Humas I Ketut Teneng (foto – bon)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Sebagian besar jenjang pendidikan di Bali, Senin, tetap melakukan proses belajar mengajar, meskipun pemerintah memberlakukan cuti bersama terkait Hari Raya Idul Adha.

Sementara kantor-kantor instansi pemerintah tingkat Provinsi Bali maupun Kabupaten/kota tutup selama dua hari, 14-15 Oktober 2013, kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar.

Ia mengatakan Dinas Pendapatan Provinsi Bali yang memberikan pelayanan publik memasang pengumuman, bahwa pelayanan selama dua hari ditiadakan dan baru akan dibuka kembali Rabu (16/10).

Demikian pula Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali selama dua hari ini juga tutup. Namun sejumlah bank di Kota Denpasar tetap memberikan pelayanan seperti biasa.

Sejumlah sekolah mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) melakukan proses belajar mengajar dengan baik seperti biasa.

Liburnya kantor milik pemerintah di Kota Denpasar dan sekitarnya menyebabkan lalu lintas tidak begitu padat, seperti hari-hari biasa yang selalu diwarnai kemacetan.

Namun Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Badung tetap memberikan pelayanan publik, meskipun cuti bersama. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Sementara pasar-pasar dan pusat perbelanjaan lainnya beroperasi seperti biasa. Umat Islam yang akan merayakan Idul Adha telah melakukan berbagai persiapan, terutama menyiapkan hewan kurban.

Kota Denpasar dan sekitarnya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha mendatangkan ribuan ekor kambing dari sejumlah kabupaten di Bali.

Suartono, pedagang hewan kurban di tepi Jalan Gatot Subroto, Denpasar menjelaskan pihaknya mendatangkan 200 ekor kambing untuk diperjualkan.

Di daerah itu terdapat belasan kelompok pedagang kambing atau sekitar 2.000 ekor yang sebagian besar sudah laku terjual.

Pedagang kambing kurban juga terdapat di jalan Kebo Iwa, kawasan Kuta dan sekitar Kampung Jawa, Denpasar, yang menjadi pusat penjualan kambing di Bali.

Di setiap tempat penjualan kambing yang memanfaatkan lahan kosong di pinggir jalan raya dilengkapi dengan memasang spanduk “tempat penjualan kambing kurban” lengkap dengan nomor telepon penjualnya yang sebagian besar sudah laku.

Harga kambing bervariasi sesuai besar kecilnya hewan kurban tersebut, yakni yang berukuran sedang sekitar Rp1,5 juta dan yang besar bisa lebih dari Rp3 juta per ekor, kata Suartono. (SB-ant)

Comments

comments