Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI, Dr. Achmad Hermanto bersama Presiden ICOLD, Adama Nombre saat meninjau salah satu konstruksi bendungan. |foto-ijo|

 

SULUHBALI.CO Mangupura – Internasional Commission On Large Dams ( ICOLD ) atau Komite Internasional untuk bendungan besar Ke 82 secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI, Dr. Achmad Hermanto  yang didampingi langsung Presiden ICOLD, Adama Nombre.

Annual Meeting of Icold ke 82 berlangsung di BNDCC ( Bali Nusa Dua Convention Center ) yang dimulai sejak tanggal 2 hingga 6 juni 2014 yang diikuti 46 negara termasuk Indonesia. ICOLD sendiri merupakan organisasi profesi terkemuka dunia dalam bidang bendungan besar yang memajukan teknologi tehnik bendungan, serta mendukung pembangunan dan manajemen sumber daya air yang berwawasan nasional dan lingkungan untuk memenuhi permintaan dunia.

Pertemuan tahunan Komite Internasional Bendungan Besar ini untuk membahas mengenai berbagai tantangan bendungan di dunia ke depannya. Lebih dari 100 eksibisi dari 46 negara yang ikut serta, yang akan dilanjutkan dengan acara pembahasan tantangan bendungan kedepannya. Acara ini juga mendapat dukungan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemerintah Provinsi Bali dan PT. PLN (persero).

Indonesia yang tergolong iklim tropis dan kondisi lahan yang tidak sama di beberapa daerah, tentunya membutuhkan spesifikasi tersendiri dalam menangani sekitar 28 bendungan atau waduk yang saat ini sudah dan sedang dalam pengerjaan dengan anggaran multi tahun.

“Seperti yang kita ketahui perubahan iklim sedemikian tinggi dan tingkat curah hujan di Indonesia mencapai 250 ML jadi pertahun mencapai 2500 ML belum lagi di dataran tinggi mencapai 3000 ML. Sehingga waduk fungsinya sangat vital dalam meregulasi dan mengatur, disini berbagai aspek dan teknologi dibahas. Di dunia waduk sendiri setiap tahunnya sekitar 3 persen  fungsi waduk berkurang fungsinya, disini kita akan membahas bagaimana menghadapi tantangan itu sendiri agar waduk yang dibangun mampu memiliki umur panjang,” Ungkap Dr. Achmad Hermanto .

Diharapakan pameran Icold ke 82 ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta yang hadir untuk melihat secara langsung teknologi teknologi pembangunan bendungan (dam engineering) terkait dengan pembangunan dan manajemen bendungan besar, termasuk survey & invertigasi, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasional dan pemeliharaan bendungan besar, sumber daya air, energy terbarukan serta networking diantara para peserta. (SB-IJO)

 

Comments

comments

Comments are closed.