Ibu Negara Fokus Motret Burung di Bali Bird Park

264
Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama burung di Bali Bird Park, Selasa 8 Oktober 2013. (foto iwan darmawan)

SULUHBALI.CO, Gianyar — Ibu negara fokus memotret di Bali Bird Park, Singapadu-Gianyar, Selasa, 8 Oktober 2013. Dengan kamera Canon 5D Mark III Ibu Presiden Ani Yudhoyono terus mengarahkan lensanya pada polah burung burung yang dikelola di taman burung yang telah berdiri tahun 1994. Kunjungan ini bersamaan dengan penyelenggaraan APEC di Nusa Dua.

a1

Ibu Ani yang datang ke Bali Bird Park didampingi ibu ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), sepertinya sudah tak tahan untuk memotret setibanya di Bali Bird Park, begitu melihat burung Macau yang berasal dari Amerika Selatan, langsung mengarahkan fotonya sehingga membuat pengamanan yang mulanya terkesan sangat ketat segera mencair. Apalagi, Bali Bird Park tetap buka seperti biasa dan wisatawan berdatangan dari berbagai negara.

Ibu Ani yang didampingi pula oleh Menteri Peranan Wanita Nyonya Linda Agum Gumelar, Istri Gubernur Bali Nyonya Mangku Pastika dan Bupati Gianyar AA Beratha, juga mendapat suguhan Bali Rainforest Bird Show, dimana burung burung seperti Pelikan, Macau, Kakaktua, Kakaktua Rosalia, Hans Macau, bebek Bali dan Rangkok Badak, menunjukan kebolehan dan kejinakannya. Acara ini disambut dengan sukacita dan tidak lepas pula dari jepretan ibu negara.

Ibu Ani juga memotret dari dekat burung Kakaktua Maluku dan berfoto bersama burung macau sayap hijau dan burung macau sayap biru keemasan, di tempat lain dengan burung nuri dan burung hantu. Ibu Wakil Presiden Nyonya Herawati Budiono juga sempat berfoto dengan burung Bayan dan Scarlet Macau.

Pada akhir kunjungan, setelah menikmati kudapan Ibu Ani dan Ibu Herawati memasang cincin burung pada burung Bayan yang masih bayi. Cincin itu memiliki nomor registrasi yang telah terdaftar pada  Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

a2

Pada kesempatan tersebut Ibu Ani berharap proses konservasi yang berjalan di Bali Bird Park bisa terus berlangsung, karena upaya-upaya penyelamatan lingkungan harus terus dilakukan oleh berbagai pihak. Ibu Ani juga mengatakan senang diberi kesempatan memotret burung burung yang ada di Bali Bird Park dan berharap bisa kembali datang.

Nick Blackbeard, Managing Director Bali Bird Park mengatakan, kawasan ini mulanya adalah tanah persawahan, lalu sebuah tim ahli dari berbagai negara telah menjadikan Bali Bird Park obyek wisata hutan hujan buatan yang sangat mendekati aslinya. Aneka ragam tanaman langka turut menghiasi taman seluas 2 hektar yang dilengkapi air terjun, telaga buatan dan kolam ikan. Membuat burung-burung merasa nyaman dan aman seperti berada di habitat aslinya.

Pande Suastika, General Manager Bali Bird Park menambahkan Ikon daripada Taman Burung Bali Bird Park yaitu Jalak Bali, Burung Makau, Rangkok, Pelikan Kacamata, Cendrawasih, Tukan, Burung Hantu, Flaminggo, Kasuari dan Komodo. Dilihat dari sejarah, asal usul unggas adalah hewan purba Komodo, oleh karena itu Komodo juga dipilih sebagai salah satu ikon Bali Bird Park.   Nengah Nuyana, Curator Bali Bird Park mengatakan di kawasan eksotis ini, pengunjung dapat mengamati lebih dekat beragam burung langka yang tidak saja berasal dari Indonesi, bahkan seluruh penjuru dunia.

a4
Istri menteri dan istri gubernur Bali berfoto bersama di taman burung Bali Bird Park, Gianyar. (foto iwan darmawan)

Koleksi burung sampai saat ini berjumlah lebih dari 250 jenis burung dan jumlah individu lebih dari 1000 ekor. Koleksi yang ada berasal dari berbagai belahan dunia tropis seperti Afrika (Bangau Mahkota Afrika, Flamingo, Betet Abu-abu dan Congo) India (Merak Biru dan Merak Putih) Amerika Selatan (Makao Biru Emas, Makao Sayap Hijau, Makao Skarlet, Makao Hycin, Skarlet Ibis dan Bangau Sayap Merah) Australia (Kakatua Galah, Kakatua Major Mitchel dan Pelican) China (Ayam Hutan Perak, Ayam Hutan Cokelat dan Ayam Hutan Emas).

Koleksi dari Indonesia terdiri dari berbagai jenis Kakatua, Jalak, Cendrawasih, Nuri, Dara Mahkota, Bangau serta salah satu jenis burung terbesar di dunia yang ada di Indonesia yaitu Kasuari dari Irian/Papua. Beberapa burung telah terlatih, bahkan dapat menyapa pengunjung dalam bahasa asing. Bali Bird Park memberi kesempatan bagi pengunjung menyentuh dan berfoto bersama beberapa burung yang telah jinak.

Menurut Ngakan Made Agung Dipadjaja, Director S&M, Bali Bird Park juga mendukung program pendidikan lingkungan yang arahnya  kepada generasi muda dan masyarakat luas pada umumnya.  (SB-iwan)

 

Comments

comments