Ibu Muda Berparas Cantik Ini, Dapat 40 Juta Sekali Antar Paket Ekstasi

255
Kedua tersangka diperihatkan ke publik oleh BNN beserta barang bukti (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali berhasil mengamankan seorang wanita penumpang pesawat Garuda Indonesia Airlines GA 266 rute penerbangan dari Palembang – Denpasar, Steffani  Anindiya Hadi (25 ) pada, Kamis (8/6) sekitar pukul 13.00 wita, di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Dari tangan wanita asal Banyuwangi, Dusun Segomulyo, Kelurahan Genteng Wetan, Banyuwangi, Jawa Timur ini petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 bungkus kemasan plastik transparan berisi 9.675 (sembilan ribu enam ratus tujuh puluh lima) butir ekstasi dengan berat 2.544,45 gram yg disimpan di dalam tas plastik hand carry warna orange milik tersangka.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menjelaskan bahwa kronologis penangkapan terhadap tersangka ini berawal ketika petugas BNN Provinsi Bali telah membidik tersangka selama beberapa waktu dan telah mengetahui bahwa tersangka akan menuju ke Bali pada Kamis, (08/06) untuk membawa narkotika kepada seorang kurir yang tinggal di Bali.

Begitu pesawat yang ditumpangi pelaku tiba di Bandara Ngurah Rai, petugas BNNP Bali melakukan pengintaian dengan bersama-sama mengantri mengambil koper bersama tersangka. Kemudian pada saat tersangka mengambil hand carry dan kopernya, petugas BNNP Bali meminta waktu untuk menginterogasi tersangka.

Saat petugas menginterogasi tersangka awalnya mengaku membawa obat sakit kepala, namun setelah didesak maka tersangka mengaku membawa ekstasi,dan menunjukkan sendiri barang bukti berupa 4 bungkus ekstasi dari dalam tas hand carry warna orange, petugas juga menghadirkan pihak satu orang dari Aviation Security Bandara I Gusti Ngurah Rai dan seorang Polwan dari Unit Reskrim Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai sebagai saksi saat petugas BNNP Bali menggeledah tersangka. Selanjutnya ibu rumah tangga ini beserta barang bukti ekstasi yang dibawanya diamankan oleh petugas BNNP Bali dan dilakukan proses pengembangan lebih lanjutan.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka Steffani, kepada petugas mengaku jika dirinya pada, Rabu (7/6) ia ditelpon oleh UN untuk menemui BR di Palembang. Dan Setiba di Palembang tersangka langsung menuju ke Hotel Amaris di Palembang dan menginap semalam kemudian keesokan harinya pada, Kamis 8 Juni 2017, tersangka diantar lagi oleh Brow (BR) menuju Bandara Palembang untuk terbang ke Denpasar.

Namun, sesampai di ruangan tunggu bandara Palembang, BR menyerahkan 4 bungkus plastik ekstasi yg disimpan didalam tas plastik hand carry warna orange. Tersangka menuju Bali dengan menggunakan pesawat Garuda GA 266 tujuan Denpasar dan tiba di Bali pukul 12.05 wita. Kepada petugas tersangak mengaku menjalankan bisnis haram ini karena diimingi uang 40 juta per satu kali transaksi jika berhasil. Sayangnya, tersangka belum sempat mendapatkan bayarannya karena sudah tertangkap duluan oleh petugas BNN Provinsi Bali.
Kepala BNNP Bali ini menambahkan bahwa di Denpasar akan ada seseorang yang akan mengambil barang tersebut dari tersangka. Orang tersebut adalah suruhan dari seseorang yg bernama BR mealui via telepon dan belum pernah ketemu secara langsung dengan kedua tersangka, dan rencananya akan menyerahkan barang haram tersebut di Hotel Fame Di Jalan Sunset Road kuta sebagai tempat bertemu. Dan  pada pukul 17.20 Wita petugas menciduk tersangka Pria, Sukron Wardana (27). Sukron adalah orang yang akan menerima barang dari Steffani untuk diserahkan kepada seseorang yang saat ini masih diburu oleh BNNP Bali. Sukron Werdana sendiri berdasarkan alamat di KTPnya ia berasal dari Banyuwangi dan saat ini tinggal di Kerobokan, Badung.
Petugas kemudian melakukan pengeledahan ke tempat tinggal tersangka Sukron Werdana di Kerobokan, namun nihil ditemukan barang bukti Narkotika, namun hanya ditemukan 1 gepok kantong plastik klip warna putih. Selanjutnya pada pukul 21.00 wita kedua tersangka digiring ke kantor BNN Provinsi Bali.

Dari pengakuan Steffani ini adalah kali keduanya melakukan pengiriman barang haram ke Denpasar. Pada pengiriman pertama itu berjalan dengan lancar. Pada pengiriman pertama, menurut pegakuan Steffani bahwa pada Bulan Januari tahun 2017 tersangka dikenalkan oleh pacarnya inisial IM alias Kate Kepada seseorang  yang bernama UN di Palembang melalui via telepon dan sama sekali tidak pernah bertemu dengan UN.

Pada bulan Maret 2017 tersangka ditelpon oleh UN dari Palembang supaya datang ke Palembang menemui seseorang bernama BR alias Bro di Hotel Amaris di Palembang. Setelah bertemu keesokan harinya,tersangka SAH diantar ke Bandara Palembang oleh BR.

Sesampai diruang tunggu Bandara Palembang, setiba diruangan tunggu Bandara Palembang tersangka disuruh membawa bungkusan yg ditaruh didalam tas berupa ekstasi  yang sudah disiapkan oleh BR untuk di bawa ke Bali. Setelah sampai di Bali,tersangka menuju penginapan ZIA di Uma Alas Kerobokan Badung, beberapa jam kemudian datang seseorang bernama SW mengambil ekstasi tersebut. Pada tahap pertama tersebut karena Steffani  berhasil meloloskan barang bukti tersebut maka diberikan imbalan sebesar Rp.40 juta rupiah dengan cara ditranfer secara bertahap.

Saat ini kedua tersangka berada di tahanan BNN Provinsi Bali, dan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (SB-Rio)

 

Comments

comments