Ibu Kandung “Baby J” Jalani Sidang Perdana Di PN Denpasar

30
Ibu kandung babay J saat menghadiri sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

SULUH BALI, Denpasar – Mariana Dangu atau yang akrab disapa Mari ini pada, Selasa (10/10/2017) menggelar sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Dalam sidang perdana ini dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwanti Murtiasih, Mari yang merupakan ibu kandung Baby J ini didampingi oleh kuasa hukumnya Kaspar Gambar dan Lony Rihi.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU bahwa mari terbukti melakukan tindakan penganiayaan terhada Baby J. sehingga baby J mengalami luka lebam dan mamar dibeberapa bagian tubuhnya. Akibat perbuatan istri dari Otmar Daniel Adelsberger ini, JPU mendakawa mari dengan pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 76 C Jo pasal 80 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Saat sidang dimulai awalnya ibu asal sumba barat daya, NTT ini duduk negitu tenang. Namun begitu JPU membacakan dakwaan bahwa terdakwa melakukan pemukulan terhadap Baby J, Mari langsung menangis. Beberapa kali ia harus mengusapkan air matanya. Sidang kali ini hanya membacakan dakwaan.

Kuasa hukum Mari, Kaspar Gambar usai mendampingi kliennya menjelaskan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan dakwaan yang disampaikan oleh JPU. Karena pihaknya baru hari ini mendapatkan surat dakwaan itu. Menurutnyam dakwaan dari JPU sebenanrnya harus sudah diterima oleh Mari saat masih di Lapas Kerobokan bukan pada saat sidang.

“kita baru tahu saat dibacakan (dakwaan). Kami tadi memutuskan untuk tidak melakukan eksepsi untuk mempercepat proses persidangan. Tapi secara keseluruhan setelah kami mendengar dakwaan tidak ada masalah. Nanti kita buktikan dipersidangan yang nanti kita dengar pada saat persidangan mendengar keterangan saksi saksi yang dihadirkan oleh jaksa,” ujar Kaspar.

Sebelumnya diberitakan bahwa Polda Bali menetapkan Mariana Dangu ibu kandung Baby J sebagai tersangka dalam kasus penyaniayaan terhadap anak kandungnya baby J hasi hubungannya dengan seorang Bule bernama Otmar Daniel Adelsberger.

Oleh polda Bali, Mariana dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 UU nomor 23/2014 tentang Kekerasan Rumah Tangga dan Pasal 80 ayat 1 UU nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

“MD telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat malam lalu setelah adanya laporan dan pihak Yayasan Metta dan Maggha terkait video kekerasan terhdap Baby J yang dilakukan oleh ibu kadnungnya MD,”  Direskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra di kantornya, Senin (31/7/2017) lalu.

Made mengatakan berdasarkan hasil pengakuan tersangka, dia sengaja merekam video penganiayaan untuk dikirim ke ayah biologis Baby J, Otmar Daniel Ebdelbesger di Austria.

“Tindakan ini dilakukan secara berulang kali untuk memeras ayah biologis dari Baby J agar mengirimkan uang kepada MD,” ucarnya.

Berdasarkan keterangan tersangka dalam BAP pada Jumat (28/7) lalu, didapatkan keterangan bahwa MD telah melakukan kekerasan fisik kepada anak kandungnya. Di antaranya memukul-mukul bokong korban dengan bantal dan guling hingga menangis, dan menyiram korban dengan air dan sabun cair di kamar mandi dalam posisi duduk telungkup.

Mariana menyiksa Baby J karena merasa kecewa dan kesal karena ditinggal oleh ayah kandung Baby J. Hal itu membuat kondisi psikologis MD terguncang. (SB-rio)

Comments

comments