Ibu Seragam Biru “Kawal” Alas Kedaton

160

Salah satu pemandu sedang menemani pengunjung Alas Kedaton (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Tabanan- Obyek Wisata Alas Kedaton yang terletak di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan memiliki daya tarik tersendiri, karena keberadaan kera-kera disana masih tetap lestari. Kera-kera tersebut sepertinya sudah nyaman dan terlindungi oleh hutan disana yang juga masih lestari. Di dalam areal hutan, obyek wisata yang dikelola oleh Desa Adat Kukuh ini, berdiri sebuah Pura Dalem Kahyangan Kedaton, Desa Pakraman Kukuh. Yang upacara piodalannya jatuh tiap Anggara Kasih Medangsia.  Jaba pura yang juga luas, membuat para pengunjung bisa leluasa menikmati suasana sejuk serta menyaksikan gerak-gerik kera disana.

Beberapa kera yang ada di wisata Alas Kedaton (foto-raka)
Beberapa kera yang ada di objek wisata Alas Kedaton (foto-raka)

Tiket masuk ke obyek ini juga tergolong murah. Untuk pengunjung atau wisatawan lokal dikenakan tiket Rp 10 ribu untuk dewasa, dan Rp 7.500 untuk anak-anak. Sedangkan bagi wisatawan asing, Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. “Kalau pas hari raya, warga lokal cuma dikenakan Rp 5 ribu,” kata Bu Agung, staf penjaga tiket.  Diakui juga oleh Bu Agung, saat liburan akhir tahun dan masa libur sekolah seperti sekarang ini, terjadi peningkatan pengunjung. “Memang sih kebanyakan yang datang berkunjung kesini adalah wisatawan lokal,” tambahnya.

Di kiri kanan jalan menuju obyek, berderet kios-kios yang menjual berbagai cenderamata, barang kerajinan Bali. Seperti baju-baju kaos, souvenir, maupun minuman ringan juga tersedia di areal tersebut. Begitu pula tersedia kacang kulit/kacang tanah yang berfungsi sebagai “souvenir” pengunjung untuk camilan kera-kera disana. Kebersihan nampaknya benar-benar dijaga, karena nampak tiap saat beberapa ibu-ibu menyapu di areal obyek ini. “Disni ada 6 orang untuk tenaga yang bertugas bagian tiket, 6 orang lagi bertugas untuk menyapu,” ungkap Bu Agung.

Pura di Alas Kedaton (foto-raka)
Pura di Alas Kedaton (foto-raka)

Dengan areal parkir yang luas, memasuki areal obyek wisata ini para pengunjung pun disambut ramah oleh para ibu-ibu yang bertindak sebagai pemandu obyek disana.  Pengunjung tidak perlu khawatir dengan perilaku kera-kera di obyek wisata ini. Karena tidak galak, apalagi ada 202 orang pemandu yang siap mendampingi, memberi rasa nyaman kepada setiap pengunjung. Menariknya, ibu-ibu “pengawal” / pemandu para pengunjung ini,  semua memakai seragam kaos berwarna biru, memakai kamben dan senteng di pinggang.  Ibu-ibu ini disamping fasih berbahasa asing, juga sangat menguasai akan situasi dan keberadaan tingkah polah kera-kera disana yang kadang jail, lucu dan usil. Tapi justru hal tersebut menjadi daya tarik pengunjung, yang menimbulkan rasa gemas dan penasaran. Sehingga menarik minat para pengunjung untuk mengabadikan pengalaman menggemaskan dengan kera-kera tersebut kedalam sebuah foto. Disamping disuguhi kelucuan dan kegemasan kera-kera disana, para pengunjung juga bisa keliling menyusuri jalan ke dalam areal hutan yang sekaligus mengitari areal Pura disana. (SB-Raka)

Comments

comments