HUT ke-8 Bali Mandara | Pastika Undang Semua Bakal Calon Gubernur Bali

504

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika sampaikan, Bali saat ini memang masih banyak kekurangan-kekurangannya, harus diakui. Tetapi secara garis besar, menurutnya sudah bagus.

“Angka kemiskinan turun. Menurut statistik, angka kemiskinan kita dari 6,7 persen pada tahun 2008 sekarang jadi 4,25 persen. Angka pengangguran dari 4,5 persen sekarang jadi 1,8 persen di Bali,” katanya saat memperingati HUT ke-8 Bali Mandara di Sekar Tunjung Center, Minggu (28/8/2016).

“Ini rasio bagus, indek pembangunan manusia juga bagus. Dari segi statistik yang dibuat oleh BPS kita mengalami kemajuan. Artinya kata-kata Mandara yang pertama Maju itu ya sudah dalam perjalanan. Tapi belum sampai di ujungnya. Kita “on the way” istilahnya, dalam perjalanan menuju kesitu,” tambahnya.

Sampai sejauh ini Bali masih aman. Walaupun ada beberapa kejadian, jika kita bandingkan dengan daerah lain, Bali jauh masih lebih aman. Beberapa kali upaya para teroris menyerang kita, dapat kita cegah, kita gagalkan. Tetapi tentu dengan perlindungan Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Saya sering mengatakan upaya keamanan di Bali, 25 persen sekala 75 persen niskala. Jadi memang Tuhan memberkati kita. Sehingga kita selalu bisa tahu, sebelum terjadi kita bisa tahu dan kita cegah,” katanya. Sekarang, menurutnya, meski ada konflik-konflik kecil, tetapi segera bisa diselesaikan dengan semangat menyama braya. “Semoga kedamaian, keamanan dan suasana tis itu bisa terus kita jaga,” harapnya.

Sejarah dan Pencetus Bali Mandara

Ia juga sampaikan dalam HUT Bali Mandara ke- 8 itu, bahwa Bali Mandara itu pertama kali dicetuskan dan digagas oleh seorang sahabatnya yakni Mayor Jenderal TNI (Purn) DR. I Putu Sastra Wingarta.

“Sejarahnya, saya temui beliau, beliau saya undang kesini. Saya cerita saya mau maju. Saya masih aktif waktu itu, beliau juga masih aktif. Tapi saya bilang, saya sudah dipanggil oleh Bu Mega, bahwa saya harus maju disini. Dan saya putuskan ya. Begitu saya katakan ya, saya undang beliau berbicara mengenai situasi Bali. Saya agak tahu, karena saya sempat jadi Kapolda 2 tahun 7 bulan di Bali. Saya tahu situasi Bali, apa sesungguhnya yang terjadi Bali, dan saya ceritakan kepada beliau bahwa bigini, begini…begini… kita harus begini, begini…begini. Beliau bilang saya minta waktu 1 bulan, pulang ke Jakarta. Bulan berikutnya beliau datang ke saya dengan kata-kata Bali Mandara,” ungkap Pastika mengenang.

“Jadi ini yang tertulis Mandara ini beliau inilah yang menggagasnya. Saya harus akui saya tidak pernah mengatakan bahwa itu pikiran saya. Orangnya sangat low profile, tidak banyak orang tahu. Tetaapi pikiran-pikiran belaiu, kecintaan beliau terhadap Bali luar biasa. Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera. Disingkat oleh beliau dengan Mandara,” puji Pastika terhadap Mayor Jenderal TNI (Purn). DR. I Putu Sastra Wingarta, yang juga pernah menjabat sebagai Danpaspampres di era Presiden Gus Dur yang hadir pada acara tersebut.

Di tahun 2018 itu Pastika juga katakan ada beberapa orang yang mempengaruhinya untuk maju jadi Gubernur Bali. Padahal ketika itu jabatan sebagai Kapolda Bali masih tersisa, dan juga ia sedang dibidik untuk posisi Kapolri. Mereka yang datang mempengaruhi dan membujuknya ketika itu, diantaranya Ketut Ngastawa, Nyoman Baskara, Nyoman Wiratmaja, Prof Suryani dan kedua putranya, Robert Khuana, Viktor, I Dewa Ketut Mardiana yang kini sudah jadi Ida Beghawan, Dewa Raka Sandi, Dr. Dewa Basudewa. Ada 11 orang, yang waktu itu Pastika sebut dengan tim 11.

Semua Bakal Calon Gubernur Bali Diundang

Pagi itu Sekar Tunjung Center dipenuhi oleh para undangan, warga, para pejabat di lingkungan Pemprov Bali, puluhan Pemangku dari seluruh Bali dan para siswa sekolah Bali Mandara. Juga hadir tokoh-tokoh pers dan para politisi lintas partai. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, beberapa anggota DPRD Bali, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama,  Bupati Karangasem Mas Sumatri hingga mantan Calon Wakil Gubernur Bali tahun 2013 Dewa Sukrawan juga nampak hadir.

Acara juga dimeriahkan oleh beberapa artis penyanyi Bali, seperti Yong Sagita, Bayu Kw, Tri Puspa dan kawan-kawan. Disela-sela acara Mangku Pastika juga menyerahkan bingkisan Wastra bagi para Pemangku yang tergabung dalam Peguyuban Pemangku Mandara Santhi.

“Hari ini sengaja semua warna saya tampilkan. Karena memang semua warna pernah datang kesini. Mulai dari Ibu Megawati, Taufik Kiemas, Pak Harry Tanoe, Pak Prabowo, Wiranto semua sempat kesini, Jadi saya kira tempat ini sangat bersejarah. Saya sendiri sebenarnya telpon kemarin Bapak Koster, beliau berkenan hadir tapi sekarang ada acara di PHDI, juga Bapak Puspayoga, Pak Demer. Mau saya jejerkan semua calon-calon Gubernur Bali berikutnya. Termasuk Bapak Sudikerta, Pak Adi Wiryatama juga ada. Persoalannya mereka semua masih di Jakarta, pesawat penuh, ndak dapat pesawat,” ungkap Pastika disambut tepuk tangan. (SB-Rk)

Comments

comments