Hotman Paris : Aneh, Anak Hilang Ibunya Kok Tiduran, Dijaga Banyak Polisi Pula

724
Hotman Paris Hutapea usai persidangan. |foto-rk|

SULUH BALI, Denpasar – Pengacara terdakwa Agus, Hotman Paris Hutapea menilai ada yang aneh sikap terdakwa Margriet, setelah melapor anaknya Engeline hilang ke polisi, malah tidak pernah keluar rumah. Rumahnya selalu tertutup rapat dan tidak menampakkan upaya untuk berusaha mencari Engeline yang telah ia laporkan hilang. Bahkan setelah melapor polisi, ia dan tempat tinggalnya dijaga sepuluh orang polisi siang malam dengan system sift selama hampir sebulan.

“Penjelasan dari polisi hari ini juga semakin memperkuat bahwa bahkan penyidik sendiri atau polisi sendiri curiga, pelakuanya orang dalam. Karena selama sebulan rumah itu dijaga Margriet hampir tidak pernah keluar. Bagaimana mungkin seorang ibu yang kehilangan anak tidak berusaha keluar mencari anaknya,” ungkap Hotman Paris Hutapea usai sidang, Selasa (8/12/2015).

Dengan berkelakar pengacara terdakwa Agus ini menumpahkan keheranannya atas sikap terdakwa Margriet dan polisi yang jaga rumah di Jalan Sedap Malam itu. “ Bahkan dia tidur melebihi Ratu Margareth di London, Ratu Margareth di London, saya pernah libur kesana tidak dijaga sepuluh polisi. Kalau Ratu Margareth di Sanur, Bali, dijaga puluhan polisi. Tadi saksi bilang ada yang sepuluh orang polisi yang jaga tiap malam. Pertanyaannya adalah siapa yang bayarin ini semua ? Kok begitu kuat dia gitu lho.Mana ada polisi begitu saja begadang sampai subuh untuk mencegah orang-orang masuk katanya ke rumah Margriet,” papar pengacara ini.

Persidangan hari itu mendengarkan 3 orang saksi. Masing-masing Siti Rohana, sahabat dekat sekaligus tetangga Margriet. Kemudian Paulus, seorang Provos di Polresta Denpasar dan Brigadir Polisi Komang Artaman, reserse di Polsek Denpasar Timur. Dari Brigadir Komang Artaman inilah diperoleh keterangan kalau dirinya ditugaskan untuk menjaga rumah Margriet, setelah ada laporan Engeline hilang.

Terungkap selama beberapa polisi yang mendapat tugas menjaga rumah Margriet, rumah yang dijaga selalu tertutup. Margriet yang tinggal disana, selama ia tugas jaga disana tidak pernah dilihatnya keluar rumah. Hal tersebutlah yang menjadi bahan pertanyaan buat hakim dan Hotman Paris Hutapea. “Sebagai aparat, apa saudara saksi tidak ada perintah untuk memeriksa ke dalam rumah ?” tanya hakim Edward Haris Sinaga kepada saksi Brigadir Komang Artaman.  “Lha saudara saksi tugas jaga di depan rumah Margriet itu, apa yang dijaga ? Selama sebulan lagi,” tambahnya. Bahkan Hotman Paris Hutapea saat diberi kesempatan bertanya terhadap saksi katakana : “Kok aneh, satu bulan jaga disana. Apakah saudara saksi jaga disana itu dibayar ?”

Sebelumnya saksi Siti Rohana mengungkapkan perasaan kecewa dan sakit hatinya terhadap tetangga sekaligus sahabatnya, Margriet. Yang bilang anaknya hilang, kemudian bersama-sama lapor polisi. Tapi mayat Engeline ditemukan di pekarangan rumahnya. “Sejak saat itu saya tidak mau ketemu Margriet lagi. Karena saya sayang dan dekat banget dengan Engeline. Dia sering main ke rumah, bahkan sampai nginep,” katanya. Sidang akan dilanjutkan Selasa depan (15/12/2015), dengan meghadirkan dan mendengarkan keterangan para saksi ahli. (SB-Rk)

Comments

comments