Hina Pecalang, Pentolan FPI Munarman Dilaporkan Ke Polda Bali

10946
Eksponen masyarakat Bali saat melapor ke Polda Bali terkait penghinaan pada pecalang (foto fka). Foto inzert adalah Munarman.

SULUH BALI, DENPASAR – Puluhan elemen masyarakat Bali mendatangi Polda Bali pada, Senin (16/1/2015). Mereka yang merupakan perwakilan dari 5 elemen masyarakat Bali tersebut mendatangi Polda Bali untuk melaporkan pentolan FPI Munarman yang telah menghina pecalang dalam siarannya di salah satu stasiun TV Nasional beberapa waktu lalu.

Kelima elemen tersebut antara lain Perguruan Sandi Murti, Laskar Bali, Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali, Nahdatul Ulama (NU) Bali, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Badung dan beberapa tokoh Bali lainnya. Mereka melaporkan Munarman karena telah memfitnah pecalang Bali.

Saat tiba di SPKT Polda Bali, para pelapor itu diarahkan ke Direktorat Reserse dan Kriminal
Khusus (Reskrimsus) karena laporan itu berkaitan dengan data dan fakta yang ada di rekaman video youtube terkait dengan pernyataan Munarman saat mengunjungi Kompas TV.

Para pelapor ditemani oleh pengacara dari Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali yang dipimpin Agus Nahak bersama Sekjen Valerian Libert Wangge.

Menurut pinisepuh Perguruan Sandi Murti I Gusti Agung Ngurah Harta, Munarman memang melakukan fitnah terhadap pecalang Bali. “Munarman mengatakan bahwa pecalang di Bali melempar rumah orang muslim, melarang umat muslim sholat Jumat. Ini sama sekali tidak ada dan tidak benar. Ini maksudnya apa. Justeru umat muslim yang sedang sholat dijaga pecalang,” ujarnya.

Karena itu, Ia meminta agar Munarman diproses secara hukum karena telah meresahkan dan menfitnah pecalang Bali. Di Bali sesungguhnya tidak pernah terjadi seperti apa yang disampaikan Munarman saat berkunjung ke Studio Kompas TV dan memprotes bahwa Kompas TV hanya memberitakan kejelekan FPI sementara di Bali ada pecalang melempar dan melarang umat muslim sholat tidak diberitakan.

Karena itu, elemen masyarakat yang melapor mendesak polisi supaya Munarman segera diproses secara hukum karena meresahkan keharmonisan antarumat beraga di Bali.

“Kami meminta agar Munarman diproses secara hukum, karena meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kerukunan antarumat beragama di Bali cukup terganggu. Ini murni fitnah karena sangat meresahakan. Karena ini fitnah agar polisi memeriksa Munarman. Kenapa dia mengatakan orang Bali melarang sholat Jumat. Ini maksudnya apa, kita harus yakin dulu bahwa polisi akan memeriksanya. Kalau tidak kita akan bersikap. Ini sudah sangat mencemaskan. Ini harus diproses sebagai bukti bahwa polisi benar-benar menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara ini,” lanjutnya.

Diceritakannya bahwa sebelum pelapor melaporkan kasus ini  ke Polda Bali, pihaknya akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkan kasus tersebut. Namun atas saran dari teman-teman kepolisian maka laporan bisa dilakukan di Polda Bali. “Awalnya kita akan ke Jakarta tetapi karena saran dari teman-teman polisi maka kita melapor di Bali saja,” ujarnya.

Pihaknya sudah mengantongi rekaman video saat Munarman berkunjung ke Kompas TV, dimana Munarman melakukan fitnah yang dialamatkan kepada pecalang Bali. (SB-rio)

Comments

comments