Himbauan Pastika Terkait Hari Suci “Nyepi”

93

SULUH BALI, Denpasar – Gubenur Bali I Made Mangku Pastika menghimbau masyarakat Bali untuk menjaga keamanan dan ketertiban pada hari pengerupukan tilem kesanga dan hari suci nyepi tahun saka 1937 yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2015 yang akan datang.

Hal ini disampaikan pada saat makan siang bersama dengan staff SKPD dan awak media  pada jumat  (6/3/2015) di Warung Be Sanur, Renon, Denpasar.

Semua komponen masyarakat di Bali dihimbau untuk menjalankan dan menghormati pelaksanaan hari suci nyepi, termasuk seluruh media di Bali diharapkan agar tidak bersiaran pada hari tersebut.

“Hari Nyepi biar dihormati, penyiaran aja kita sudah minta agar tidak ada siaran termasuk radio” katanya.

Pastika menegaskan pada  hari suci nyepi seluruh komponen masyarakat Bali agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti konflik-konflik antar satu desa dengan desa yang lainnya. Perayaan hari suci nyepi diharapkan harus dimaknai sebagai  hari untuk mempersiapkan diri menjadi lebih baik dalam memasuki tahun baru saka berikutnya.

“Gunakan hari nyepi mempersiapkan diri memasuki  tahun berikutnya, jangan digunakan untuk berkelahi satu desa dengan desa yang lain” tegasnya.

Hari suci Nyepi juga diharapkan agar menjadi momen untuk mengintrospeksi diri sebagai perenungan dalam melihat kekurangan diri  untuk  kemudian dijadikan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Nyepi adalah hari suci  memperingati tahun baru saka harus digunakan untuk menyiapkan diri menuju kualitas diri yang lebih baik. Pergantian tahun baru saka seharusnya dimaknai sebagai momen untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan dampak positif terhadap diri maupun orang lain. Masyarakat Bali pada momen pelaksanaan nyepi juga diharapkan tidak melakukan hal-hal buruk yang bahkan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain seperti mabuk-mabukan dan perjudian.

“Hari nyepi adalah hari untul introspeksi diri, mengevaluasi diri dan kemudian menyusun rencana-rencana yang baik untuk tahun berikutnya, jangan diisi dengan mabuk-mabukan, minum-minum  berjudi berkelahi itu tidak cocok dengan makna nyepi itu” imbuhnya.

Himbauan juga disampaikan terkait malam pengerupukan tepatnya sehari sebelum pelaksaan hari suci nyepi yaitu saat pengarakan ogoh-ogoh diharapkan agar masyarakat Bali menciptakan suasana aman dan tertib tanpa menimbulkan keributan-keributan dalam pelaksanaannya. “Jangan sampai terjadi ribut, silakanlah beramai-ramai tapi jangan sampai terjadi keributan “ ahirnya. (SB-Su)

Comments

comments