Heboh | Saat Nyepi 100 Warga Mudita Sukawati Dievakuasi ke Rumah Sakit

0
1311
Sebuah ambulan di siagakan di banjar Mudita, Sukawati pada hari Nyepi saat ada 100 warga diare (foto BPBD Gianyar)

SULUH BALI, Denpasar — Diduga keracunan makanan yang disantap usai mengarak ogoh ogoh, sekitar 100 warga banjar Mudita, Sukawati, Gianyar harus dievakuasi ke Rumah Sakit. Ini terjadi saat mereka mengeluhkan perut mules, muntah muntah di rumahnya masing masing tepat pada saat hari Nyepi, Sabtu (17/3/2018).

Menurut keterangan Kelian Banjar Dinas mudita Ida Bagus Ketut Adnyana bahwa pada hari Jumat 16 Maret 2018, setelah kegiatan mengarak ogoh ogoh warga Banjar Mudita  melanjutkan kegiatan dengan  makan malam bersama dengan menu nasi bungkus yang dibeli oleh pemuda Banjar Mudita, selanjutnya pada hari Sabtu 17 Maret 2018 pukul 09.00 wita ada beberapa warga yang baru bangun tidur  mules mules dan muntah muntah

Berdasar keterangan Ketua pemuda Banjar Mudita Ida Bagus Putu Wisnu Mas Budiana, nasi di beli di sebuah warung dan sudah merupakan langganan bila ada kegiatan di banjar.

Pada malam pengerupukan semua berjalan aman, termasuk dalam saat makan bersama. Namun keesokan harinya, dirinya terkejut karena mendapat informasi ada warganya keracunan makanan dengan gejala, mual, muntah dan mencret. Dari 200 bungkus, tersisa 50 bungkus yang ditinggal di banjar, bahkan dirinya sempat makan 4 bungkus, tapi tidak menunjukan gejala diare.

Karena keracunan massal tersebut, perlu sekitar 15 ambulan untuk membawa warga dari rumahnya masing masing ke RSU Sanjiwani Gianyar, RS

Warga Banjar Mudita yang mengalami keracunan dirujuk ketiga rumah sakit yaitu RSU Sanjiwani Gianyar, RS Ari Santi mas Ubud, Gianyar  dan RS Ganesa Celuk Gianyar.

warga yang dirujuk ke RS Ganesa dipulangkan kembali dilanjutkan dengan rawat jalan, warga yang dirawat RS Ari Santi juga dipulangkan dan dirawat jalan, hanya satu pasien yang dirawat inep, setelah sampai di rumah masing masing warga kembali merasa mual mual dan muntah serta mengalami demam,  sehingga warga yang sakit dirujuk kembali ke RSU Sanjiwani Gianyar.

Atas kejadian tersebut kepala BPBD Kab. Gianyar Anak Agung Oka Digjaya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani membentuk posko penanggulangn Kejadian Luar Biasa di simpang slub bekerja sama dengan  camat beserta staf, Polsek Sukawati, koramil Sukawati, pecalang, puskesmas yang ada di Kab. Gianyar dan matra Gianyar, jumlah ambulan yang disiapkan 15 mobil ambulan

Selanjutnya dilakukan pengumpulan sempel baik makanan ataupun minuman yang dinikmati pada saat kegiatan makan malam di Banjar Mudita pada hari jumat 16 maret 2018 untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut

Pukul 23.00 wita tanggal 17 Maret 2018 bertempat di Balai Banjar Mudita dilakukan pertemuan antara Perbekel, Bendesa Adat Sukawati, BPBD Gianyar dan instansi terkait menyangkut kejadian keracunan masal. Menurut laporna BPBD Gianyar, kelian banjar adat Mudita pada intinya menyampaikan terima kasih atas bantuan cepat terhadap warga Banjar Mudita.

Kepala UPT 2 Sukawati pada intinya menyampaikan bahwa pasien KLB sudah lebih dari tiga jam tidak ada lagi yang harus dirujuk dan tidak ada perkembangan dan hampir semua pasien sudah dirawat di RSU Sanjiwani Gianyar, dan RSU Ari Santi, rencananya pada hari minggu 18 Maret 2018 pukul 08.00 wita  akan dilakukan pengecekan sempel dan pengisian cek lis dari pembuat makanan dan korban.

Perbekel Sukawati pada intinya menyampaikan setelah sampai di RSU Sanjiwani Gianyar untuk mengantar warganya, salah satu warga yang kebetulan penjual nasi bungkus tersebut  menerangkan bahwa penjual nasi bungkus seperti biasa menggunakan bahan yang sama dan dengan cara pengolahan yang sama, bahkan anak dari penjual nasi bungkus ikut menjadi korban dan sedang dirawat di RSU Sanjiwani . Yang menjadi prioritas kita adalah menyelamatkan para korban yang sedang dirawat. (dari berbagai sumber)

 

 

Comments

comments