SULUH BALI, Jembrana – Petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi menemukan jamu dan kosmetik berbahaya beredar di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara yang merupakan wilayah pesisir Kabupaten Jembrana, Bali.

Selain jamu dan kosmetik berbahaya, petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi yang melakukan pemeriksaan, Senin (8/9/2015), juga menemukan beberapa makanan kedaluwarsa.

“Jamu dan kosmetik yang kami temukan sudah dilarang untuk dijual, karena berbahaya bagi konsumen. Tapi masih saja kami temukan penjualan barang tersebut di lapangan,” kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Jembrana I Putu Pramita.

Menurutnya, jamu yang ditemukan rata-rata dikemas dalam botol tanpa dilengkapi data perizinan yang lengkap, sementara untuk kosmetik berbentuk salep.

Kepada pemilik warung yang kedapatan menjual jamu atau kosmetik tersebut, petugas memberikan teguran tertulis agar tidak mengulang menjual barang-barang berbahaya tersebut.

“Pemeriksaan rutin terus kami lakukan di warung maupun toko, termasuk pasar di seluruh Kabupaten Jembrana. Dengan dicegah sejak dini, menghindarkan masyarakat dari pemakaian bahan-bahan berbahaya tersebut,” ujarnya.

Ny Adit, pemilik salah satu warung yang diperiksa petugas akibat ditemukan jamu berbahaya mengatakan, jamu merek Prono Jiwo cukup banyak dicari warga yang rata-rata bekerja sebagai nelayan.

“Saya tidak tahu kalau jamu ini dilarang. Kata sales yang membawakan, produksi jamu ini sudah lengkap izinnya,” katanya.

Jamu berbagai merek, yang rata-rata untuk meningkatkan vitalitas banyak beredar di Desa Pengambengan, dan cukup banyak penggemarnya.

Warga yang mengonsumsi tidak tahu kalau jamu tersebut berbahaya, hanya merasa badan lebih enak serta vitalitas meningkat saat meminumnya. (SB-ant)

Comments

comments