Hari yang Sama | 2 Orang Tewas di Air Terjun Tegenungan dan Gitgit

4642
Para penolong di air terjun Tegenungan, Gianyar (foto bpbd Gianyar).

SULUH BALI, Gianyar, Singaraja – Pada hari yang sama, Rabu (15/3/2017), dua air terjun memakan korban. Satu di air terjun Tegenungan di desa Kemenuh, Sukawati Gianyar dan kedua di air terjun Gitgit, Buleleng.

Di air terjun Tegenungan, korban murid SMPN 1 Kuta bernama I Gede Arsa Kusuma Wijaya alias Teja yang pagi itu bersama 13 orang kawannya yang sama-sama kelas VIII  mandi di air terjun.

Menurut info dari BPBD Gianyar, salah satu saksi mengatakan, sempat menolong korban yang minta tolong tertarik arus, namun pegangannya terlepas karena arus yang cukup kuat. Pada saat peristiwa air sangat keruh.

Saksi lainnya mengatakan melihat korban melambaikan tangan minta tolong, lalu berusaha minta tolong pada warga di sekitarnya, namun korban segera hilang dari pandangan mata. Saksi lainnya, wanita teman satu sekolah mengatakan dirinya dibonceng naik motor oleh korban dari Kuta menuju Tegenungan.

Korban sekitar pukul 13.30 berhasil dievakuasi oleh tim dari BPBD Gianyar, didukung aparat TNI/Polri, Basarnas Bali, Rescue Sabhara Polda Bali, PMI Gianyar, Satpol PP Gianyar dan masyarakat setempat. Jenasah sempat dibawa ke rumah sakit Sanjiwani, Gianyar sebelum kemudian dibawa ke rumah duka.

Video bisa ditonton di https://www.instagram.com/p/BRrpjs3gjHw/?taken-by=infobalinews

Warga Malaysia

Sementara itu di Gitgit, Sukasada, Buleleng. Seorang wisatawan mancanegara asal Malaysia bernama Mohammad Fadzli (34) tewas tenggelam, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Kepala Polsek Sukasada, Komisaris Polisi Gede Arya Wibawa di Singaraja, Rabu (15/3/2017), mengatakan, saat dievakuasi pertama kali korban sudah ditemukan tidak bernyawa.

“Pemandu wisata yang mengantarnya sempat meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian namun naas nasib korban tidak dapat diselamatkan oleh tim evakuasi,” kata Arya Wibawa.

Ia menjelaskan, dari keterangan beberapa saksi-saksi bahwa tidak ada yang melihat persis kejadian mengenai tenggelamnya korban yang sebelumnya sempat berencana melakukan “tracking” di sekitar air terjun.

Menurut dia, dugaan sementara korban sempat terpeleset hingga jatuh ke dalam kubangan yang ada di air terjun tersebut dan ketika itu tidak ada satupun yang dapat melakukan pertolongan karena keadaan sepi.

“Diduga korban sempat terpleset dan jatuh, karena kondisi batuan di pinggiran air terjun licin. Korban iti ditemukan tenggelam di dasar kubangan. Kami yang melakukan pencarian,” papar dia.

Saat ini, kata dia, jenazah korban sudah dibawa dan dititipkan di kamar jenazah Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD Kabupaten Buleleng untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan untuk proses pemulangan jenazah korban, pihak Polisi masih melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Kota Denpasar. (SB-wan/ant)

Comments

comments