Hari Suci Sabuh Mas | Pemujaan Kepada Sang Hyang Mahadewa

368

SULUH BALI, Denpasar – Hari suci Sabuh Mas jatuh pada anggara (selasa) wage sinta, dilaksanakan setiap enam bulan sekali (210 hari). Dalam lontar hari-hari suci Hindu, Lontar Sundarigama disebutkan bahwa pada hari Sabuh Mas merupakan pemujaan secara khusus ditujukan kepada Sang Hyang Mahadewa sebagai dewa penguasa kekayaan yang  berupa  emas dan permata.

“Anggara wage, sabuh mas ngaran, pasucen bhatara mahadewa, prakretinya ring raja bharana mas manik, mwang sarwa mule”. Terjemahannya : Pada hari Selasa Wage Sinta dinamakan Sabuh Mas, hari suci bagi Bhatara Mahadewa. Umat manusia wajib melakukan pemujaan kepada Bhatara Mahadewa sebagai dewa penguasa harta kekayaan, seperti emas dan barang-barang mulia lainnya.

Dewa Mahadewa dalam pengider-ider Dewata Nawa Sanga menguasai arah barat dengan warna kuning, urip  7, dengan aksara suci “Tang”, wahana Naga dan senjatanya Naga Pasa. Warna kuning dalam pengider-ider diwujudkan sebagai cahaya kemilau, kuning juga diidentikan dengan emas dan permata logam mulia sehingga Dewa Mahadewa merupakan manifestasi Tuhan sebagai penguasa kekayaan yang berupa emas dan segala benda-benda logam mulia.

Pada lontar sundarigama juga dijelaskan mengenai  tuntunan  bebanten (upakara) yang  dihaturkan kepada Dewa Mahadewa sebagai penghormatan dan cetusan rasa bhakti kehadapan Dewa Mahadewa yang dipersembahkan di setiap sanggah pada masing-masing keluarga.

Widhi winanya, suci 1, daksina 1, pras panyeneng, sasayut amretasari, canang lengawangi, buratwangi, tadah pawitra, reresik, genahnya ring pamyasan ring sanggar, ring paturwan wenang”. Terjemahannya : Sesajennya terdiri atas 1 suci, 1 daksina, pras penyeneng, sasayut amerta sari, canang lengawangi, buratwangi, tadah pawitra, reresik. Tempat pelaksanaan upacara adalah di Pamyasan di Sanggar atau juga bisa dilaksanakan di tempat tidur.

Kemilaukan Emas yang Ada Di Dalam Diri

Setiap manusia memiliki kekayaan yang melekat pada diri sepanjang kehidupannya di dunia. Kekayaan yang berupa iner power dan inner beauty  merupakan kekuatan diri yang akan membuat seseorang memancarkan cahaya berkilauan, inilah yang merupakan kekayaan “emas”  yang dimiliki manusia yang kemudian akan membuat  seseorang terlihat berkharisma, berwibawa, dan memiliki daya tarik lebih dibandingkan dengan orang lain.

Melalui momentum hari suci Sabuh Mas sebagai pemujaan Dewa Mahadewa yang merupakan Dewa penguasa emas permata inilah dijadikan sebagai kesadaran akan kekayaan dalam diri untuk dijaga agar selalu berkilau dan akan memberikan dampak positif pada kehidupannya. Menjaga kemilau emas dalam diri salah satunya dapat  wujudkan dengan permujaan yang secara khusus ditujukan kepada Sang Hyang Mahadewa dan melakukan penyucian diri dengan upakara sesayut, seperti yang termuat pada lontar Sundarigama.

“Ikang wwang wenang asuci laksana, haywa lupa ring kasukan sarwa mule mas manik ing sarira, ya ta juga pinahayunya, ri wus ikang sasayut inatarukni bhatara, surudanya wenang inayab”. Terjemahannya : Orang-orang wajib menyucikan diri secara lahir batin, dan jangan lupa kepada kebahagiaan yang bersumber pada harta kekayaan yang ada di dalam diri, yang juga wajib diperhatikan keselamatannya. Setelah sesajen sasayut selesai dipersembahkan kepada Bhatara, sisanya wajib di ayab untuk keselamatan diri.

Hal lain yang perlu diperhatikan dan disadari juga adalah keberhasilan dalam memuliaakan emas yang ada di dalam diri juga tidak sebatas dilakukan dengan cara melaksanakan upacara atau dengan upakara tertentu saja. Upacara atau upakara saja tidak akan cukup untuk mengubah kekuatan diri atau mengasah kekayaan diri di dalam diri untuk semakin berkilau.

Sesuai dengan tiga dasar kerangka umat Hindu, keseimbangan antara ketiga unsur, tattwa (filsafat), susila (perbuatan), dan upacara (ritual) sangat perlu untuk di laksanakan. Memuliakan emas yang ada di dalam diri akan jauh lebih bermakna dengan cara mempelajari pengetahuan filsafat agama tentang kemuliaan diri kemudian mewujudkan dengan perbuatan baik dan mulia serta dengan melaksanakan persembahan suci berupa upakara pada setiap haru suci Hindu dengan benar, khususnya hari suci Sabuh Mas. (SB-Su)

Comments

comments