Hari Keluarga : Wujudkan Keluarga Sehat dan Bahagia

109

“Jalan Sehat Hari Keluarga” berdampak pada masyarakat dan bangsa yang kuat

SULUHBALI.CO, Denpasar —  Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Ny. Ayu Pastika beserta Sekda Provinsi Bali dan kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali ikut meramaikan Gerak Jalan Sehat Dalam Rangka Hari Keluarga ke-XX Tahun 2013 yang diselenggarakan oleh TP PKK Bali bekerjasama dengan BKKBN dan PT. ASKES di Kawasan Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon, Denpasar, Jumat (26/7) pagi.

Kegiatan ini diharapkan Gubernur akan dapat menggugah masyarakat untuk membina keluarga dengan sebaik-baiknya, Ia menambahkan keluarga adalah organisasi terkecil dalam sebuah bangsa.

“Oleh karena itu keluarga harus betul betul dibina dengan baik sehingga dia bisa menjadi tempat berteduh bagi seluruh anggota keluarga,” imbuhnya. Ia berharap dengan keluarga yang sehat dan kuat maka akan berdampak pada masyarakat dan bangsa yang kuat pula.

Ny. Ayu Pastika Sumbang Door Prize Sepeda Gunung
Ny. Ayu Pastika Sumbang Door Prize Sepeda Gunung

Acara yang dimulai pukul 07.00 tersebut dimeriahkan dengan pembagian door prize berupa empat sepeda gunung dan peralatan rumah tangga seperti kipas angin dan rice cooker.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika menyumbang tiga buah sepeda gunung sedangkan door prize lainnya didukung PT. ASKES.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali I Wayan Sundra, SH, MM bersyukur dengan dukungan Gubernur Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali dan pejabat terkait untuk memeriahkan gerak jalan sehat peringatan Hari Keluarga ke XX ini.

Ia juga berterima kasih atas dukungan door prize dari PT ASKES dan Ketua TP PKK Provinsi Bali. “Mudah-mudahan dengan gerak jalan sehat ini keluarga kita akan sehat semuanya dan kita berbahagia,“ ujarnya.

Beliau berpesan mengajak masyarakat untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera melalui ikon dua anak cukup, laki perempuan sama saja dan salam GENRE untuk generasi muda. “Mari generasi muda kita dewasakan usia kawin, tuntutlah ilmu setinggi tingginya, setelah selesai menuntut ilmu barulah mulai melakukan perencanaan keluarga,” tutupnya. (SB-Hum)

Comments

comments

Comments are closed.