Harga Kamboja Naik

592

SULUHBALI.CO, Negara — Harga bunga kamboja kering di Kabupaten Jembrana, Bali, mulai naik dari Rp30 ribu perkilogram menjadi Rp70 ribu perkilogram, meskipun belum kembali ke harga tertinggi Rp100 ribu.

“Meskipun harganya naik turun, kami tidak masalah karena bunganya juga tinggal mengumpulkan saja. Kalau harganya terus naik seperti ini, lumayan bisa membantu ekonomi rumah tangga,” kata Mulyawati, salah seorang ibu rumah tangga yang rajin mengumpulkan bunga kamboja, Senin (19/8.

Karena itu saat harga tinggi maupun rendah, ia tetap mengumpulkan bunga kamboja yang rontok dari pohon di pekarangan rumahnya untuk dijemur.

Beberapa tahun belakangan, banyak ibu rumah tangga di Jembrana yang mengumpulkan dan menjemur bunga kamboja, sebagai usaha sampingan karena harganya cukup mahal.

Bahkan, beberapa ibu rumah tangga memperbanyak pohon bunga kamboja di pekarangannya, karena selain berfungsi untuk membuat sesaji, juga bisa dikeringkan dan dijual.

Dewa Komang Sindhu, salah seorang pengepul bunga kamboja mengatakan, harga naik karena perusahaan yang membuat dupa dan minyak wangi kehabisan stok bunga ini.

“Bunga kamboja diolah menjadi salah satu bahan pembuatan dupa dan minyak wangi. Meskipun harganya sempat turun, tapi tidak lama hanya beberapa bulan saja,” katanya.

Ia memprediksi, harga akan terus naik hingga stok di perusahaan banyak, sebelum harganya turun lagi. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.