Gunawan Minta Galian C Bangli Dibatasi

104

Anggota Komisi 1 BAli Wayan Gunawan

SULUHBALI.CO, Denpasar — Anggota Komisi I DPRD Bali Wayan Gunawan meminta Pemerintah Kabupaten Bangli agar membatasi eksploitasi penambangan galian C di kawasan Batur, Kintamani.

“Pemkab Bangli harus memperhatikan lingkungan alam sekitar di kawasan Batur, karena saat ini dengan dibukanya penambangan galian C dikhawatirkan akan dapat merusak ekosistem lingkungan tersebut,” kata Gunawan di Denpasar, Rabu (31/7).

Ia meminta Bupati Made Gianyar untuk memperhatikan undang-undang eksploitasi alam. Karena dengan semangat otonomi daerah, maka kebijakan dan keputusan semua ada di tingkat pemerintah kabupaten dan kota.

“Walau demikian, pemerintah daerah kabupaten dan kota harus memperhatikan dan mengacu terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Bali. Hal itu mengingat Bali satu kesatuan pulau yang tak dapat dipisahkan,” ucap politikus Partai Golkar.

Oleh karena itu, kata dia, kebijakan tersebut harus memperhatikan peraturan-peraturan agar tidak bertentangan dengan UU yang telah ada, khususnya eksploitasi alam.

“Yang terjadi sekarang, kami perhatikan beberapa pemerintah daerah kabupaten dan kota semakin banyak mengabaikan peraturan-peraturan daerah provinsi tersebut. Mereka melakukan eksploitasi hanya untuk mengejar peningkatan pendapatan asli daerah,” kata anggota legislator asal Kintamani itu.

Sedangkan akibat dan faktor lain dari usaha penambangan tersebut. kata dia, sangat kurang diperhatikan, semisal setelah melakukan galian C, seharusnya ditimbun dan ditanami pepohonan agar kembali hijau.

Kenyataannya banyak pengusaha galian C itu memperparah lingkungan sekitarnya akibat usahanya, antara lain lubang menganggang besar dengan kedalaman.

“Kenyataan seperti ini jelas merusak alam. Bukan menguntungkan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Kenyataan ini tidak saja terjadi di Batur, Kabupaten Bangli saja, kata Gunawan, melainkan banyak penambangan galian C yang tidak peduli lingkungan, begitu habis melakukan penambangan mereka meninggalkan begitu saja.

“Selain di Batur Kintamani, penambangan galian C juga terjadi di Kecamatan Rendang, Selat dan Kubu Kabupaten Karangasem. Bila tidak ada ketegasaan dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Maka Bali ke depannya akan menjadi ancaman berat, terutama pada lingkungan hidupnya,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.