Ilustrasi

SULUH BALI, Denpasar — Gubernur Bali Made Mangku Pastika mempertanyakan kelanjutan tiga “Kartu Sakti” dari pemerintah pusat karena ia mengaku tidak mengetahui persis tentang kartu tersebut.

“Yang jelas saya nggak tahu, kalau saya ditanya tentang kartu, saya tidak tahu. Maaf saja, sudah cari tahupun tidak tahu. Saya ‘kan wakil pemerintah pusat di daerah, sebenarnya saya wajib tahu. Saya juga berusaha untuk tahu,” kata Pastika, di Denpasar, Senin.

Pihaknya juga sudah mempertanyakan perihal “Kartu Sakti” yaitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera melalui Kepala Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

“Saya tanya Kadisos, katanya di sana leading sectornya Kementerian Sosial, juga tidak ada jawabannya. Jawabannya kalau Presiden mau datang, tiga hari sebelumnya, akan orang survei ke situ, barulah kartunya dibuat,” ujar Pastika.

Mantan Kapolda Bali itu mengakui baru melihat pembagian “Kartu Sakti” saat Presiden Joko Widodo membagikan di Tulikup, Gianyar, di sela-sela melakukan “kick off” serangkaian Piala Presiden belum lama ini.

“Jadi waktu di Tulikup, Beliau bagi-bagi, bingung juga saya apa ini. Maaf saja saya nggak tahu,” katanya.

Pastika mengatakan sudah bertanya juga dengan Kepala Dinas Kesehatan terkait dengan Kartu Indonesia Sehat itu, apakah sudah pernah dipanggil oleh pemerintah pusat dan ternyata tidak pernah. Demikian juga Kadis Sosial dan Kadis Pendidikan, tidak juga.

“Bagaimana kalau ada rakyat yang bertanya, kapan saya dapat kartu kalau nanyanya kepada saya. Saya mesti jawab apa?” tanyanya.

Padahal, menurut dia, sangat penting pihaknya mengetahui mengenai berbagai Kartu Sakti itu, karena Pemprov Bali juga mempunyai program yang sejenis dan diharapkan tidak terjadi tumpang tindih seperti program beasiswa miskin dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).

Pastika mencontohkan di Bali ada juga program beasiswa miskin. “Nanti ‘kan bisa numpuk. Darimana datanya Kartu Indonesia Pintar ini, apakah melalui kabupaten, provinsi, atau bagaimana?,” ujarnya mempertanyakan. (SB-ant)

Comments

comments