Gubernur Pastika Terima Penghargaan Dari Menteri Puspayoga

284
Menteri Koperasi dan UKM RI A.A.Gede Ngurah Puspayoga (kiri) sedang berbincang dengan Gubernur Pastika (foto humas.Bali).

SULUH BALI, Jakarta — Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima penghargaan tingkat nasional “PARAMADHANA UTAMA NUGRAHA KOPERASI” dari Menteri Koperasi dan UKM RI A.A.Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Tower Jakarta Selasa, (9/12/2014). Penghargaan ini diberikan pada Provinsi Penggerak Koperasi. Prestasi ini juga diikuti oleh 3 kabupaten yang ada di Provinsi Bali yaitu Jembrana, Tabanan dan Badung.

Usai penyerahan penghargaan Pastika menyampaikan kegembiraan atas prestasi yang diraih Bali, terlebih mengingat Bali adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil meraih prestasi tersebut. Ia berharap kedepannya prestasi yang diraih Bali terus memotivasi dunia perkoperasian di Bali khususnya para pengusaha UMKM dalam mengembangkan usahanya. “Peran koperasi sangat besar dalam menggerakan roda perekonomian kita sekaligus membantu mempercepat pengentasan kemiskinan dan tentunya kita harapkan bermuara pada masyarakat yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera,” ujarnya

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH. MH, menyampaikan bahwa penilaian terhadap Provinsi/Kab/Kota penggerak koperasi didasarkan pada komitmen pemerintah daerah atas upaya-upaya memajukan koperasi dan UMKM di daerah. Penilaian ini dilakukan setiap 3 tahun sekali. “Tahun 2011 lalu Pemprov Bali juga menerima penghargaan yang sama dengan nilai 87 (kelas A), sedangkan tahun ini memperoleh nilai 90,26 (kelas A)”, ujarnya.
Selain tingkat Provinsi penghargaan ini juga diberikan pada tingkat Kabupaten dimana ada 24 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia, diantaranya ada tiga Kabupaten dari Bali yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana,” jelasnya

Ia menambahkan bahwa jumlah koperasi yang terdata di Dinas Koperasi Provinsi bali adalah sebanyak 4.715, sedangkan koperasi yang tidak aktif hanya 466 buah. Pihaknya bersama Dinas Koperasi dan UMKM Pemerintah Kabupaten/kota sepakat untuk terus menumbuhkan koperasi yang berkualitas. Jadi kami tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas,” pungkas Patra.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM RI, A.A Ngurah Puspayoga dalam sambutannya, menyatakan apresiasinya atas keberhasilan Provinsi Bali dalam meraih penghargaan tersebut dan berharap prestasi ini dapat dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan kembali di tahun-tahun mendatang, mengingat koperasi dan UMKM merupakan pelaku ekonomi yang paling dominan dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Puspayoga mengaku akan mempermudah izin usaha pelaku usaha mikro dan kecil melalui pemangkasan birokrasi dan ekonomi berbiaya tinggi. “Mempermudah izin pelaku usaha mikro dan kecil ini dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2014 (tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara).”

Ia mengatakan hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan kepastian usaha termasuk memotong birokrasi dan membebaskan pungutan.

Untuk kepentingan itu pihaknya memperkuat koordinasi dengan dinas-dinas di daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Itu semua nanti dikoordinasikan, karena nanti yang akan melaksanakan itu adalah camat, lurah/kepala desa,” katanya.

Sampai saat ini pihaknya mulai bergerak untuk melaksanakan fungsi koordinasi tersebut.
Ia mengatakan bahwa nantinya camat ataupun lurah/kepala desa itulah yang akan memberikan izin usaha kepada pelaku usaha mikro dan kecil berdasarkan kriteria tertentu.

“Nantinya pelaku usaha mikro kecil akan mendapat izin usaha berupa kartu yang bisa digunakan untuk mengakses permodalan, ke depan akan begitu,” katanya.

Kartu itu pula yang menandakan pelaku usaha mikro dan kecil tidak lagi dikenai biaya dan bebas pajak termasuk birokrasi yang telah dipangkas. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.