SULUH BALI, Klungkung – Memanusiakan Manusia, itulah kiasan untuk salah satu program unggulan yang digelontorkan Pemprov Bali khusus bagi para penyandang gangguan jiwa atau disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sehingga para ODGJ bisa diperlakukan lebih layak, mendapat kehidupan seperti perawatan, makanan dan khususnya tempat tinggal layaknya orang normal. Tidak seperti yang sering terjadi, para ODGJ dipasung dan diasingkan dari kehidupan. Demikian penegasan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengunjungi tempat tinggal salah satu penerima bantuan bedah rumah bagi ODGJ, Ni Nengah Karsani (35) di Br. Lekok Sampalan Kelod, Dawan, Klungkung, Minggu (15/4).

“Orang gila itu juga manusia, jadi sangat tidak manusiawi jika dipasung, dibiarkan begitu saja terikat dan tidak bisa kemana-mana,” ujar Pastika.

Maka Pemprov Bali  pun merancang solusi berupa bantuan dengan membuatkan rumah layak huni namun masih ditutup dengan jeruji agar tidak berkeliaran. “Setidaknya itu lebih manusiawi, kita buatkan rumah, isi kamar mandi juga di dalamnya, namun masih dilengkapi dengan jeruji agar tidak membahayakan orang lain. Dan keluarga pun lebih mudah merawat dan memberikan makan,” cetus Pastika sembari berharap program tersebut bisa mempercepat pemulihan kejiwaan para ODGJ.

Seperti diceritakan Wayan Nursani (38), kakak kandung Nengah Nursani, adiknya tersebut sudah menderita gangguan jiwa lebih dari 10 th, dan semenjak setahun belakangan kondisinya sudah berangsur-angsur pulih. Bahkan saat ini sudah bisa membantu dirinya mencari penghidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun rela membujang demi merawat adik kandungnya tersebut, karena kedua orang tuanya sudah meninggal.

Bantuan bedah rumah yang diterima Ni Nengah Karsani merupakan bantuan tahun 2017. Gubernur Pastika kala itu juga memberikan sejumlah bantuan beras, mie instan dan minyak goreng yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Nyoman Wenten. Sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terlihat mendampingi Gubernur Pastika, diantaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Bali Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani. (SB-humprov)

Comments

comments