Gubernur Optimis Perkembangan Program Gerbangsadu

134

Gubernur Bali saat meninjau pengerajin Dulang

SULUHBALI.CO, Singaraja – Program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) Bali Mandara/GSM yang diluncurkan tahun 2012 menyasar desa-desa dengan tingkat kemiskinan di atas 35 persen.

Setahun berjalan, program yang dirintis Gubernur Bali Made Mangku Pastika itu mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Geliat perkembangan program Gerbangsadu antara lain terlihat di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Buleleng, usai melakukan Simakrama di GOR Sangga Ulangun Desa Sanggalangit, Gubernur Mangku Pastika dan Wagub Ketut Sudikerta langsung meninjau sejumlah usaha rintisan program GSM.

Bantuan dana GSM sebesar Rp. 1 Miliar 20 Juta dimanfaatkan untuk mengembangkan sejumlah usaha produktif diantaranya toko yadnya, unit simpan pinjam dan pasar desa. Sesuai aturan, kucuran dana antara lain dialokasikan untuk operasional sebesar Rp. 20 juta, Rp. 800 juta untuk ekonomi produktif dan Rp. 200 juta dimanfaatkan membangun infrastruktur.

Sejumlah usaha yang baru setahun dirintis berkembang cukup baik. Bahkan, Bumdes yang bergerak dalam usaha simpan pinjam telah mengantongi saldo keuntungan mencapai Rp. 41 juta. Toko yadnya dan pasar yang dibangun pun cukup bergairah dan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat.

Bahkan, keberadaan toko yadnya mulai memberi multiplier effect yang ditandai munculnya industri kerajinan bokor dan dulang di desa setempat. Warga yang sebelumnya bekerja di Gianyar, kini mencoba mambangun usaha sendiri dengan ketrampilan yang dimiliki.

Gubernur Mangku Pastika mengapresiasi perkembangan program Gerbangsadu di Desa Sanggalangit. “Jika dikelola dengan baik, Gerbangsadu ini program yang luar biasa,” ujarnya. Dia berharap, dana tersebut nantinya bisa bergulir agar perekonomian desa bisa terangkat dan angka kemiskinan bisa menurun. “Jika usahanya sudah cukup mapan, bisa difasilitasi mendapatkan kredit di bank, sehingga dana GSM bisa dimanfaatkan lagi oleh UMKM pemula, begitu seterusnya,” urainya.

Menurutnya, kehadiran industri kerajinan membawa angin segar bagi Desa Sanggalangit. “Dengan adanya usaha kecil ini, mereka yang sebelumnya merantau bisa kembali untuk membangun desanya,” imbuhnya. Perkembangan Gerbangsadu yang cukup baik di Desa Sanggalangit diharapkan jadi inspirasi bagi desa penerima GSM lainnya.

Dalam program Bali Mandara Jilid II, Gubernur berkomitmen untuk memperluas dan menyempurnakan program Gerbangsadu. Karena dia memahami masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam pelaksanaannya.

Dia berharap, Gerbangsadu bisa mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Pulau Dewata menuju terwujudnya Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (Bali Mandara). (SB-hum)

Comments

comments

Comments are closed.