Gubernur Mangku Pastika Konsisten Tolak Proyek Geothermal Bedugul

128

Gubernur Pastika menyalami pemerhati lingkungan usai pertemuan (foto hum/bali).

SULUH BALI, Denpasar — Gubernur Bali Made Mangku Pastika optimis akan kecukupan suplai listrik di Bali. Ia juga menegaskan sikapnya untuk tetap konsisten menolak pelaksanaan mega proyek geothermal di Bedugul, Tabanan.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima sejumlah tokoh pemerhati masalah sosial yang dipimpin Prof. L.K Suryani di ruang kerjanya, Kamis (25/6). Lebih lanjut Pastika mengatakan bahwasannya dirinya tidak pernah menyetujui proyek tersebut dilanjutkan sehingga masyarakat tidak perlu resah akan khawatir mengenai hal tersebut.

Pastika juga menyampaikan bahwasannya sampai saat ini suplai listrik di Bali masih mencukupi dan pihak pemprov sendiri terus berupaya mencari sumber energi alternatif bagi pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Terlebih , menurut Pastika, saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang telah mulai beroperasi dan nantinya jika sudah berkapasitas penuh akan bisa menghasilkan tenaga listrik sebesar 1200 MW.

Saat ini Pemprov juga tengah berencana untuk mengganti bahan bakar pembangkit listrik di Pesanggaran, Pemaron dan Gilimanuk dengan bahan bakar gas dari yang sebelumnya menggunakan solar sehingga lebih ramah lingkungan. Tidak berhenti sampai disitu, Pemprov tengah melakukan pembicaran serius dengan Kementrian ESDM dalam upaya membangun pembangkit tenaga listrik baru di daerah Karangasem sehingga nantinya di setiap sudut pulau Bali terdapat pembangkit listrik. “Jika di utara terdapat pembangkit listrik di Singaraja, di barat di Gilimanuk, di selatan di Pesanggaran maka di sisi timur pemerintah berencana membangun di Karangasem,” jelas Pastika.

Pembangkit listrik tenaga air (hydropower) dengan memanfaatkan aliran air dari Bendungan Titab dan Telaga waja juga tengah diupayakan guna menghasilkan listrik sebesar 3MW yang diharapakan cukup untuk mensuplai listrik bagi desa terdekat yaitu Desa Busungbiu. Selain juga pengembangan energi tenaga surya yang tengah dilakukan di kabupaten Bangli.

Menanggapi penjelasan Pastika, Prof DR L.K. Suryani mendukung sepenuhnya sikap Gubernur tersebut. Ia berharap hal ini akan menjawab keraguan dan keresahan masyarakat terhadap konsistensi Pemprov untuk menolak wacana mega proyek ini. Ia juga mendukung terobosan yang dilakukan Pemprov untuk mencari energi alternatif lain yang ramah lingkungan guna mencukupi kebutuhan listrik di Bali yang semakin meningkat. Dalam pertemuan tersebut Gubernur Bali didampingi oleh Kepala Pekerjaan Umum (PU ) Provinsi Bali, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali. (SB-hum/bali)

Comments

comments