Gubernur Himbau Tidak Ada Siaran Saat Hari Nyepi

558
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. (foto-humprov)

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menghimbau lembaga penyiaran di Bali untuk tidak melakukan siaran pada hari Nyepi. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati umat Hindu yang menggelar catur brata penyepian.

“Sudah kita kirimkan semua kepada lembaga penyiaran perhubungan semua untuk menghormati hari raya nyepi,” katanya usia kegiatan Deklarasi ANOM (Atas Nama Orang Miskin) bertajuk Care and Share seribu rupiah untuk membantu lanjut usia di Warung Tresni, Jumat (24/3/2017).

Menurut Pastika hari Nyepi tidak hanya memberikan manfaat besar bagi Bali, namun perayaan ini juga merupakan perayaan yang ditujukan untuk dunia dan kelangsungan bumi beserta segala isinya.

“Hari raya nyepi sebenarnya hari raya untuk dunia, dan untuk planet ini,” ungkapnya.

Nyepi yang di dalamnya berisi catur brata penyepian yakni amati gni (tidak menghidupkan api), amati lelanguan (tidak pesta pora), amati lelungaan (tidak berpergian) dan amati karya (tidak bekerja) sebagai bentuk peran serta Bali dalam penghematan energi.

“Berapa banyak kita dapat menghemat energi 24 jam,” kata Pastika.

Selain itu, Pastika juga menghimbau hotel dan penginapan untuk menghormati hari suci Nyepi. Apapun aturan yang ditetapkan pada hari suci nyepi wajib untuk dikuti dan dijalankan masing-masing hotel dan penginapan di Bali. (SB-Skb)

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.