Gubernur Bali Ajak Warga Pasek Wujudkan Juga Bedah Rumah

70
Ketua Umum MGPSSR Pusat, Prof Wayan Wita (kiri) bersama Gubernur Mangku Pastika dan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama (foto humas.Bali)

SULUH BALI, Denpasar — Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) ke-65 berlangsung meriah di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (6/5).

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan apresiasinya kepada seluruh pesemetonan yang telah turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial, yang mempresentasikan semangat persaudaraan dan kekeluargaan, bahkan bantuan bedah rumah untuk keluarga miskin.

“Sampai hari ini Pemprov Bali sudah membangun 26 ribu bedah rumah, lebih dari 20 ribu dari warga pasek. Dan masih ada 10 ribu lagi yang menghuni rumah tidak layak,” kata Gubernur Pastika. Untuk itu pihaknya mengajak semeton pasek untuk ikut membangun bedah rumah tersebut. Karena itulah bukti rasa persaudaraan kita kepada saudara-saudara yang membutuhkan.

Lebih lanjut Pastika menegaskan, perayaan ulang tahun ini hendaknya menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan dan eksistensi organisasi sekaligus untuk mengevaluasi perkembangan dan kemajuan organisasi, serta menata program-program kedepan agar lebih memberikan manfaat bagi semeton dan bagi umat Hindu secara menyeluruh.

Pastika juga mengajak generasi muda untuk ikut menjaga warisan leluhur generasi perintis dan harus mampu membangun hal-hal baru demi generasi mendatang. Untuk itu kedepan harus merancang program yang mengupayakan kualitas sumber daya umat yang bisa bersaing di zaman yang sangat kompetitif ini.

Sementara itu Ketua Panitia, I Putu Muktiyasa dalam laporannya mengatakan ini merupakan kali pertama perayaan HUT dirayakan di ruang terbuka dan dihadiri tokoh-tokoh se-Indonesia. Dengan tema Bhakti Ring Kawitan Manut Ring Sesana Kepasekan, diharapkan maknanya menjadi wujud bhakti sesungguhnya kepada Ida Bhatara Kawitan bagi setiap Pratisentana Pasek adalah senantiasa patuh dengan kewajiban sebagai seorang Pasek. Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan mulai bakti sosial penanaman pohon di sekitar Pura Lempuyang Madya, lomba tari Jauk Manis dan makendang dan futsal MGPSSR Cup II.

Ketua Umum MGPSSR Pusat, Prof Wayan Wita mengatakan, usia 65 tahun tidak bisa lagi dibilang muda. Usia itu dinilai usia yang sangat semakin matang. Berbagai program sudah dilaksanakan, seperti program pendidikan dan latihan, krematorium, hingga membentuk koperasi dan yayasan. Ke depan, MGPSSR akan terus membangun kualitas SDM semeton pasek menjadi semakin baik.

Pada perayaan HUT MGPSSR ke-65 juga diserahkan penghargaan ‘Life Achievement’ kepada tokoh-tokoh inspiratif, pemangku, dan sulinggih dari Warga Pasek, penyerahan bantuan bedah rumah kepada masyarakat miskin, ditutup dengan penampilan Wayang Cenk Blonk. (SB-humas.Bali)

 

Comments

comments