Gubenur Lantik Bupati Buleleng | Ego Sektoral Hambat Pembangunan

80
Gubenur Mangku Pastika saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Buleleng di Wiswa Sahba, Denpasar (foto rk).

SULUH BALI, Denpasar – Mangku Pastika menegaskan, ego sektoral dan arogansi kedaerahan merupakan salah satu penghambat laju pembangunan di Bali. Untuk itu ia berharap hal tersebut tidak semestinya ditonjolkan dalam membangun Bali.

Penegasan tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada pelantikan Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng masa jabatan 2017 – 2022, di Gedung Wiswa Sabha Utama, kantor Gubernur, Minggu (27/8).

“Saya menekankan sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Bali penanganan kemiskinan di kabupaten Buleleng memerlukan penanganan secara simultan dan terkoordinasi. Ego sektoral dan arogansi kedaerahan yang selama ini menjadi salah satu penghambat laju pembangunan daerah tidak boleh ditonjolkan dalam membangun Bali,” ungkap Pastika.

Ia pun mengingatkan dan berpesan, Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik selanjutnya adalah milik masyarakat Buleleng, bukan lagi milik partai pengusung. atau masyarakat konstituen pemilih.

“Sehingga menjadi swadharma saudara untuk bertanggungjawab mensejahterakan masyarakat melalui pelaksanaan tugas sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” pesannya.

Pastika memberikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat Buleleng atas suksesnya penyelenggaran pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten Buleleng pada awal tahun ini.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Buleleng atas partisipasinya sesuai dengan semangat demokrasi dan dalam koridor hukum yang berlaku. Begitupun ucapan selamat kepada Putu Agus Suradnyana,ST dan saudara dr. I Nyoman Sutjidra,Sp,OG yang kembali terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng masa jabatan 2017-2022.

“Oleh karena itu sudah semestinya dalam periode kedua ini saudara-saudara bisa bekerja lebih keras dan lebih fokus kepada program-program prioritas yang tertunda. Dan yang belum rampung serta melanjutkan dengan berbagai program inovatif untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkap Pastika.

Dalam sambutannya Pastika juga menyampaikan bahwa pembangunan daerah Buleleng merupakan bagian integral dari pembangunan daerah Bali. Keberhasilan pembangunan daerah Buleleng akan turut menentukan keberhasilan pembangunan daerah Bali secara menyeluruh. Oleh karena itu visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih yang nantinya dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Buleleng harus tetap mengacu kepada dokumen perencanaan pembangunan daerah Bali dan dokumen perencanaan pembangunan nasional.

“Saya telah memberikan perhatian serius dan fokus kepada permasalahan pembangunan dan kemiskinan di kabupaten Buleleng. Program-program prioritas Bali Mandara sudah sangat banyak menyasar masyarakat Buleleng.Mulai dari bedah rumah, pembangunan bidang kesehatan, pertanian, beberapa program pemberdayaan masyarakat sampai pada pembangunan bidang pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang sampai saat ini sebagian besar siswanya berasal dari kabupaten Buleleng,” ungkap mantan Kapolda Bali asal Buleleng ini.

Ia pun berharap kepada bupati dan wakil bupati yang baru dilantik, agar program pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat prioritas melalui berbagai program inovatif.

“Sementara itu sampai memberikan apresiasi kepada berbagai kegiatan festival yang marak digelar untuk mempromosikan daerah. Saya juga mempertanyakan efektifitas kegiatan tersebut dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahterakan masyarakat. Dana penyelenggaran yang cukup besar yang bersumber dari APBD harus dipastikan berkontribusi signifikan bagi pengentasan kemiskinan. Evaluasi setiap program pembangunan menjadi sangat penting mengingat sabagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak. Prosentase kemiskinanan di Buleleng berpangaruh paling signifikan bagi prosentase kemiskinan di Bali,” tegasnya.

“Oleh karena itu dalam upaya dan program harus diarahkan bermuara kepada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan jangka panjang,” ujar Mangku Pastika yang saat itu hadir bersama Ny. Ayu Pastika.

Hadir juga pada acara pelantikan tersebut diantaranya Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta,  Wakil Walikota Denpasar I G N Jayanegara, Wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Anggota DPRD Bali, pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, dan undangan lainnya. (SB-Rk).

 

Comments

comments