Giri Tohlangkir | Tertinggi, Berada di Tengah dan Pusat Spiritual di Bali

687

SULUH BALI, Amlapura – Gunung Agung atau dalam beberapa lontar disebutkan dengan nama giri (gunung) tohlangkir adalah gunung tertinggi di Bali berada di wilayah kabupaten Karangasem.

Berada di ketinggian 3031meter dpl (di atas permukaan laut) gunung Agung menjadi pusat spiritual di Bali.

Secara geologis gunung ini dikategorikan sebagai gunung berapi aktif tipe stratovulcano
dengan kawah yang cukup luas dan dalam.

Sementara aspek religius dari gunung Agung memberikan vibrasi spiritual yang kuat, dimana keberadaan pura terbesar di Bali yakni pura Besakih berada di kaki gunung ini.

Gunung juga erat kaitannya dengan tempat berstananya Dewa Siwa, keberadaan gunung agung juga erat kaitannya dengan pemujaan dewa Siwa.

Keberadaan pura Besakih di gunung Agung dalam aspek pura khayangan jagat merupakan pura purusha dan pura Batur yang merefresentasikan keberadaan gunung Batur sebagai pura predana.

Dalam konteks gunung penyangga Bali diempat penjuru mata angin yakni, gunung Agung Karangasem sebagai pusat berada di tengah, gunung Lempuyang Karangasem menempati arah timur, gunung Andakasa Karangasem menempati arah selatan, gunung Batukaru Tabanan berada di barat dan gunung Batur Bangli berada di utara.

Aspek kesucian gunung sebagai hulu dan laut sebagai teben, gunung Agung dinyatakan sebagai hulunya Bali, dimana dalam pemujaan arah gunung serta matahari terbit merupakan arah yang paling disucikan. Tidak hanya berlaku di daerah Karangasem, bahkan wilayah Buleleng yang secara geografis berada diutara namun meyakini bahwa gunung Agung merupakan hulu.

Keberadaan gunung Agung sebagai pusat spiritual kesucian Bali terkait pula dengan kedatangan Maha Rsi Markandeya sekitar abad ke-8 yang semula gagal melakukan perjalanan namun ahirnya berhasil berkat melakukan upacara mendem (menanam) panca datu (lima unsur alam) di kaki gunung Tohlangkir atau gunung Agung.

Gunung Agung juga diyakini sebagai stana seekor naga sakti yang bernama naga Bhasuki. Keyakinan ini terkait dengan cerita perjalanan Sang Manik Angkeran putra Mpu Sidhimantra yang melakukan kesalahan memotong ekor sang naga dan ahirnya membuatnya tidak bisa kembali ke pulang ke pulau Jawa. Naga Bhasuki diyakini sebagai kekuatan sakti yang menjadi penyangga bumi. (SB-Skb)

Comments

comments