Gerbangsadu Bali Mandara Kembali Kucurkan Dana Untuk 15 Desa

226
Mangku Pastika saat penyerahan BKK Gerbangsadu Mandara Tahun 2016 bagi ke 15 desa di gedung ksirarnawa. |foto-humprov|

SULUH BALI, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali melalui salah satu program unggulannya yaitu Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (Gerbangsadu/ GSM) kembali mengucurkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) masing masing  sebesar 1 Milyar 20 Juta  bagi 15 Desa penerima gerbangsadu  2016 di Provinsi Bali.

Program Gerbangsadu yang telah dirintis dan  dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sejak tahun 2012 merupakan program  pembangunan terintegrasi  bagi desa-desa yang memiliki presentase penduduk miskin di atas 20%. Program ini pada hakikatnya mengintegrasikan seluruh program lintas sektor di desa sehingga menjadi fokus dan dapat berjalan efektif.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat  memberi sambutan pada Penyerahan BKK   Gerbangsadu Mandara   Tahun 2016 bagi ke 15  desa penerima di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Jumat (18/03).

Pada kesempatan tersebut, Pastika mengingatkan agar dana yang diterima nantinya benar benar digunakan untuk membangun kemajuan desa  dan tidak disalahgunakan peruntukannya.

Para Kepala Desa penerima kucuran dana Gerbangsadu agar mengelola program dan bantuan tersebut dengan benar dan sesuai aturan.  Para Kepala Desa juga diminta membuat rencana program sesuai aspirasi masyarakat dan prioritaskan pada pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Saudara-saudara agar meniru rekan-rekan kepala desa yang telah berhasil mengelola program ini dengan baik, karena ini adalah satu bentuk yadnya,” ujarnya.

Menurutnya dengan menjalankan program dengan baik dan jujur artinya para kepala desa telah berkontribusi untuk membangun dan mensejahterakan desanya dengan bijak serta membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Untuk itu orang nomor satu di Bali ini  menegaskan agar para setiap Kepala Desa harus secara serius mempelajari, memahami dan menaati ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Ia juga berpesan kepada masyarakat desa agar secara aktif turut mengawal serta mengawasi jalannya program tersebut, sehingga terhindar dari oknum-oknum yang berniat menyalahgunakan tujuan dari dana BKK Gerbangsadu tersebut.

Dengan adanya pemberian bantuan dana keuangan ini  diharapkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang ada di desa dapat semakin maju dan menunjukan perkembangan kearah positif.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bali (BPMPD Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana, mengungkapkan bahwa Program Gerbangsadu tersebut telah sesuai dengan program pusat yaitu NAWACITA,  dimana fokus pembangunan adalah “pada dan dari desa”, maka  dengan adanya program Gerbangsadu Bali telah siap mengintegrasikan program-program pembangunan nasional.

Menurutnya sampai akhir tahun 2015, telah direalisasikan pada 217 desa (pada semua desa yang memiliki 20% penduduk miskin tersebut) serta telah membentuk 342 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di 342 desa seluruh Bali. Saat ini, program Gerbangsadu telah berkembang dengan baik, serta secara umum telah mampu mengembangkan ekonomi kerakyatan di pedesaan.

Dalam kesempatan tersebut  Gubernur Pastika menyerahkan secara simbolis dana BKK Gerbangsadu 2016 kepada 7 desa penerima Gerbangsadu yang mewakili 7 kabupaten penerima yaitu Desa Dencarik, Kec. Banjar, Kab. Buleleng, Desa Tuwed, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, Desa Nyitdah, Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Desa Kemenuh, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Desa Apuan, Kec. Susut, Kab. Bangli, Desa Timuhun, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung serta Desa  Baturinggit, Kec. Kubu, Kab. Karangasem. (SB-humprov)

Comments

comments