Generasi Muda Mesti Jadi Pelopor Perdamaian

67

Sudikerta ketika menghadiri sarasehan perdamaian di Gedung Ksirarnawa

SULUHBALI.CO, Denpasar – Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia, sangat mengedepankan perdamaian sebagai hal yang mutlak. Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui Wagub Ketut Sudikerta mengajak kalangan generasi muda untuk tampil terdepan dan menjadi pelopor dari gerakan perdamaian.

Harapan tersebut  disampaikannya saat membuka sarasehan perdamaian di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Rabu (2/10).

Mengedepankan semangat toleransi serta mengerjakan hal-hal postif merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan generasi muda dalam memelopori semangat perdamaian. Selain itu, Wagub juga mengajak para generasi muda untuk mulai hidup yang bertanggung jawab.

“Jalani hidup dengan penuh tanggung jawab, supaya apa yang kita buat bisa berguna bagi diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, hingga Bangsa dan Negara,” tambahnya.

Wagub mengapresiasi kegiatan sarasehan tersebut sebagai bagian dari komitmen mewujudkan tata kehidupan masyarakat Bali yang damai, rukun dan harmonis, serta membangun generasi muda bangsa yang berkualitas dan berkarakter, di tengah tantangan global seperti saat ini.

“Sarasehan merupakan bentuk dialog positif untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada. Jadi setiap ada masalah hendaknya diselesaikan lewat dialog, jangan ngomong langsung ke media atau melakukan demo,” ujarnya.

Sejalan dengan berlakunya era perdagangan bebas maka makin besar pula tantangan yang akan dihadapi para generasi muda. Maka hal tersebut perlu diingatkan dan butuh peran aktif kalangan generasi muda untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. disamping menjadi pelopor perdamaian.

Ketua panitia sarasehan Agus Januraka dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini memang lebih difokuskan bagi kalangan generasi muda. Karena dalam menghadapi tantangan yang makin kompleks di era globalisasi, pemuda merupakan penggerak dan dinamisator.

“Kita tak ingin generasi muda terjebak dalam hal-hal negatif,” tandasnya.

Sarasehan ini merupakan rangkaian dari kegiatan “Gema Perdamaian” yang puncaknya akan dilaksanakan  pada 5 Oktober mendatang di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar. Yang mengangkat tema “Damai adalah Upaya”.

Acara itu juga akan menghadirkan sejumlah pembicara yang merupakan tokoh-tokoh perdamaian diantaranya Gobind Vasdev dan Dr Sutrisna Widjaya, SC.GP. Selain itu, kegiatan juga dihadiri ormas, FKUB serta tokoh-tokoh adat. (SB- hum/lika)

Comments

comments

Comments are closed.