Generasi Muda Diharapkan ikut Melestarikan Tari Gambuh

169
Tari gambuh Sanggar Kakul Mas, Batuan, Sukawati, Gianyar. |foto-skb|

SULUH BALI, Denpasar – Drama Tari Gambuh yang memiliki khas sebagai tari klasik umumnya ditarikan oleh orang yang tidak muda lagi atau bahkan diatas 50 tahun.

Demi eksitensi keberadaan tari gambuh tetap lestari, generasi muda sebagai estafet budaya diharapkan ikut serta dalam pelestarian tari gambuh.

“Kedepannya saya harap generasi muda harus memperhatikan tari klasik yang hampir punah,” ujar Ketut Wirtawan, Pimpinan Sanggar Kakul Mas, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Senin (13/6/2016).

Menurutnya, tidak hanya tari gambuh, semua tari-tari klasik wajib dipelajari oleh generasi muda mengingat sumber dari tari adalah berasal dari tari klasik, “karena tari klasik ini sumber dari tari-tarian lain,” terangnya.

Tari gambuh memiliki fungsi penting dalam upacara-upacara besar Hindu di Bali. Biasanya pementasan gambuh dilaksanakan untuk mengiringi upacara meligya, karya besar di pura serta perkawinan di puri.

Sementara pada Pesta Kesenian Bali ke-38 Sanggar Tari Kakul Mas mengambil lakon berjudul “Dedoyan”.

Adapun komposisi penari gambuh yang ditampilkan yakni sebagian besar adalah generasi muda.

“80% penari gambuh yang kami tampilkan adalah generasi muda,” ungkap Wirtawan. (SB-Skb)

Comments

comments