Gamelan Bali Iringi Perayaan Cap Gomeh

103

Gamelan Bali saat mengiringi perayaan Cap Gomeh di Kuta. (foto-ijo)

SULUHBALI.CO Mangupura – Perayaan cap gomeh yang bertepatan dengan hari valentine yang jatuh pada tanggal 14/02/2014 tidak mengurangi antusias umat Tionghoa untuk melakukan persembahyangan, hal tersebut dibuktikan dengan banyak umat yang datang sejak pagi datang datang ke vihara.

Seperti yang dilakukan oleh warga banjar Banjar Dharma Semadhi ini yang sejak pagi sekitar pukul 07.00 wita sudah memadati vihara dharmayana. Vihara dharmayana sendiri merupakan akulturasi antara budaya hindu dengan budaya tionghoa.

Hal tersebut dibuktikan dalam perayaan Cap Gomeh yang diadakan di Vihara tersebut diiringi Tabuh Gamelan Bali. Seperti yang diungkapkan, Kelian Suka Duka Banjar Pemamoran, Gusti Putu Ardana, disetiap perayaan Cap Gomeh, perayaan Rerabutan (Datangnya Leluhur), dan perayaan Waisak selalu diiringi dengan Tabuh Gamelan Bali, dan  hal tersebut sudah berjalan  sejak zaman nenek moyang.

“Penggabungan unsur dua budaya ini sudah tidak bisa dipisahkan, karena ada keterkaitan warga kuta asli dengan warga tionghoa kuta sejak dulu. Biasanya kami pentaskan Tetabuhan Lelambatan, setiap perayaannya,” ucap, pria yang juga sebagai Kelian Sekehe Gong Pemamoran.

Putu Ardana juga mengatakan, pihaknya berserta sekehe gong lainnya secara ikhlas menyumbangkan Tabuh Gamelan ini. “Kami tidak mengharapkan sesuatu apapun dari pementasan gong ini, ini cuma bentuk partisipasi kami dalam perayaan Cap Gomeh dan perayaan lainnya,” ujar Putu Ardana.

Putu menambahkan, saat desa pemamoran mengadakan calonnarang, ada juga etnis Tionghoa ikut menjadi sadet patih “Karena keterkaitan dengan sekala dan niskala, tradisi ini tidak bisa ditinggalkan,” imbuhnya.

Adi Dermaja membenarkan adanya perpaduan dua unsur budaya ini, setiap perayaan Cap Gomeh pasti ada gamelan karena sudah tradisi sejak dulu. “Ini membuktikan, bentuk suasana kekeluargaan dalam bentuk akulturasi budaya, baik budaya Tionghoa dan budaya Bali. Selain itu, nanti malam juga ada acara hiburan pementasan tari-tarian, baik tarian mandarin dan tarian Bali, ” ucap, Adi Dermaja yang juga sebagai Ketua Banjar Dharma Semadhi. (SB –Ijo)

Comments

comments