Galungan : Peternak Babi Bisa Tersenyum

1
1379

Proses pemotongan babi (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Tabanan – Setelah lama harga babi anjlok, beberapa bulan terakhir tabel harga babi potong mulai merangkak naik. Harga tabel babi potong yang sebelumnya bertahan di kisaran Rp15.000,- per kilogram, kemudian Rp.17.000,-..kini telah melampui harga Rp.20.000. per kilogram. Untuk Hari Raya Galungan kali ini, telah menembus harga Rp.22.000.-.  Bahkan kalau membeli babi potong ke saudagar, ada tabel yang tembus  Rp.23.000,- per kilogram. “Ya lumayan. Baru sekarang tiyang dapat merasakan harga yang bagus,” ungkap Pak Ketut Nita, peternak babi di Tabanan., menuturkan.

Warga di desa hampir sebagian besar, menyangga ekonominya dengan beternak. Baik dengan pelihara babi, sapi atau ayam. Tapi masih dalam skala kecil. Babi misalnya, rata-rata pelihara babi penggemukan/potong kisaran 4 sampe 10. Begitu harga anjlok, yang dibarengi dengan harga pakan yang melambung. Mereka jadi kelimpungan. Bahkan gulung tikar. Peternak seperti Pak Ketut Nita, yang berusaha bertahan semampunya, untuk kali ini bisa merasakan keuntungan dari harga babi potong yang relative tinggi.

Meski kecipratan harga tinggi, tapi bagi Pak Ketut Nita, dan peternak lainnya, masih merasakan kerugian yang ditanggung saat harga babi anjlok beberapa bulan silam. Bibit (kucit) maupun babi potong sempat jatuh sampai harga Rp.200.000,- per ekor untuk bibit (kucit), dan Rp.14.500,- untuk tabel babi potong. Padahal harga pakan, seperti dedak dan pakan tambahan terus merangkak naik. Sehingga banyak peternak yang menyerah waktu itu. Berhenti atau menjual ternaknya, karena sudah tidak sanggup meneruskan usaha yang baiasa menjadi kegiatan ekonomi, terutama di pedesaan Bali tersebut. Karena jelas-jelas merugi.

Kini dengan harga tabel babi potong di kisaran Rp. 22.000,- sudah tentu harga daging babi bersih di pasar akan melonjak juga. Apalagi saat Hari Raya Galungan. Karena biasanya harga daging babi bersih yang dijual di pasar, harganya dua kali lipat dari harga tabel. Bahkan lebih. Dari pantauan di lapangan ke peternak, saat ini harga bibit/kucit juga ikut naik. Dengan harga Rp.400.000,- s/d Rp.450.000,- per ekor.

Tapi harga tabel yang melambung, tidak mengurangi krama Bali untuk mepatung. Bahkan harga sepertinya tidak berpengaruh. Mepatung adalah tradisi memotong babi secara bersama-sama saat Penampahan Galungan. Kelompok atau seka mepatung biasanya sudah terjalin sejak lama. Jarang berubah anggota. Bisa seka karena keluarga, braya, tetangga, bahkan lintas banjar.  Mulai dari pemiliahan babi yang akan dipotong, jam pemotongan..ngejuk babi, sampai memotong dilakukan dengan gotong-royong. Setelah daging bersih, semua bagian akan dibagi dengan adil. Baik isi, balung, darah/getih, maupun kulit. (SB-raka)

Comments

comments

Comments are closed.