Forbara Siap Kawal Bali Mandara

44

Putu Arsana: Pemerintah Harus Memberdayakan Desa Pakraman

SULUHBALI.CO, Denpasar – Bali secara keseluruhan merupakan pulau yang dihuni masyarakat Bali dengan keramahtamahan dan adat istiadat yang kuat. Dan sudah sejak ditanamkan oleh leluhurnya sehingga terkenal hingga manca Negara sampai saat ini. Bali mempunyai ciri khas dan keunikan dan adat istiadat  yang membedakan Bali dengan daerah yang lainnya, baik di Indonesia maupun Dunia. Kekuatan ini menjadikan Bali tujuan wisata salah satu yang terbaik secara nasional dan internasional.

Menurut Ketua Umum Forum Relawan Bali Mandara (Forbara) Putu Arsana Atmaja, ST sudah saatnya masyarakat Bali harus dipersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk bersaing dengan perubahan yang begitu gencar masuk ke Bali. “Kalau tidak dipersiapkan, maka kita akan kalah saing dengan tenaga kerja dari luar Bali, bahkan Manca Negara. Terutama pada tahun 2015 mendatang kita akan mengahadapi AFTA ( ASEAN Free Trade Area ). Dimana masyarakat Asean itu berhak bekerja di Bali dan dilindungi oleh undang-undang.  Kalau kita kalah bersaing, maka kita akan menjadi tidak bisa bekerja, dan pengangguran aka meningkat di Bali,” tegas Arsana.

Desa Pakraman Harus Punya Daya

arsana
Ketua Umum Forbara Putu Arsana.

Desa Pakraman menurut Arsana merupakan organisasi yang terstruktur dari dulu. Dan pada pada tahun 2004 disahkan di Pura Samuan Tiga di Gianyar struktur yang merakit semua desa adat dengan pembentukan  Majelis Alit, Majelis Madya dan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP).

Organisasi yang terstruktur ini harus diberi perhatian khusus oleh pemerintah sehingga adat istiadat masyarakat Bali benar benar terlindungi dan desa adat mampu tumbuh secara mandiri dan berdaya guna untuk anggota dan masyarakat Bali pada umumnya.

Kata Arsana, berbeda dengan daerah lain yang hanya dikenal salah satunya saja. Mungkin hanya dikenal pulaunya saja, penduduknya saja. Tetapi Bali itu beda, semuanya saling keterkaitan antara lingkungan, masyarakat, adat istiadat dan agama yang ada di Bali. “Sehingga keunikan ini perlu dijaga, agar tetap menjadi ketertarikan para wisatawan manca Negara untuk datang ke Bali,” sambungnya.

Menurut calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali ini, ada 1485 desa pakraman yang tersebar di seluruh Bali dan harus dibina untuk bisa menggerakkan roda-roda organisasinya sehingga tercipta SDM yang bagus di masyarakatnya.

Menurutnya, pemerintah Provinsi Bali sudah memberikan perhatian, kepada setiap Desa Pakraman yang ada di Bali dengan memberikan bantuan yang disebut dengan Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Tetapi ini bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikan Desa Pakraman yang merupakan bentengnya masyarakat Bali untuk menyaring kebudayaan asing yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat Bali.

Fungsi Forbara

Konsep Bali Mandara (Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera) yang telah dianut Pemerintah Provinsi Bali, menurut pria asal Singaraja ini sudah tersusun dengan baik, tetapi masih perlu disempurnakan. Masyarakat juga masih belum banyak mengetahui tentang program-program Bali Mandara itu sendiri.

Karena itu, Forbara sebagai organisasi relawan siap berfungsi untuk mengawal dan memberikan informasi baik kepada masyarakat maupun pemprov Bali terkait dengan program-program Bali Mandara yang dibuat oleh Gubernur Bali. Ia mengatakan dengan adanya kawalan dari masyarakat, diharapkan program-program Bali Mandara ini tepat sasaran, karena program ini sesungguhnya adalah program yang Pro rakyat.

Harapan

Putu Arsana berharap agar Bali ke depan mendapat tempat yang khusus dari pemerintah Pusat dalam persoalan pembangunan infrastruktur dan masyarakatnya. Dimana pemerintah pusat memberikan bantuan kepada Bali khususnya Desa Pakraman yang nantinya dipergunakan untuk pembinaan dan segala sesuatu yang berhubungan untuk memajukan dan melestarikan Desa Pakraman itu sendiri. “Karena Bali merupakan daerah yang mempunyai keunikan dan keindahan alam. Jadi siapa pun yang nantinya menjadi wakil rakyat di pusat, baik DPR, MPR, dan DPD harus memperjuangkan agar Bali menjadi lebih berdaya.”. (SB-Putra)

 

 

Comments

comments