Festival Tepi Sawah Akan Hadir Lagi Ditanggal 8-9 September 2018

0
660

SULUH BALI, Denpasar – Sebuah acara kesenian tahunan yang ramah lingkungan, serta akan melibatkan dan menghadirkan seniman-seniman dari berbagai cabang seni, untuk berkolaborasi dan berkarya, Festival Tepi Sawah akan dilangsungkan pada 8 – 9 September 2018, mendatang. Bertempat di pinggiran desa, Omah Apik, nantinya akan dirancang Uma Stage yang melatar-depani panorama simbolik tempat aspirasi ini terlahir : di Tepi Sawah. Tahun ini adalah kali kedua festival ini berlangsung.

Festival Tepi Sawah ini lahir dari perpaduan passion dan gagasan dari tiga pelaku seni yaitu Nita Aartsen, Anom Darsana, Etha Widiyanto, yang memberikan kombinasi latar belakang pengalaman di bidang Music Education & Performance, Sound Engineering & Event Management, Architecture & Designs. Bagaimana mereka mengintergrasikan elemen kreatif dari festival ini dengan edukasi dan implementasi tentang environmental sustainability, baik di kalangan anak-anak maupun di kalangan dewasa.

Adapun para seniman yang terlibat dalam Festival Tepi Sawah ini adalah Trie Utami,  Mathew Sayerz, Nita Aartsen, Wayan Gde Yudane “Wrdhi Cwaram”, Bismo Kuno Kini, Dian Pratiwi, Genggong Kutus,   Fascinating Rhythm Community, Lenong Betawi, Gamelan Ceraken, Bli Ciaaattt… and Kids of Pegok, Nuswantoro Trio, Eny Darmayani.  Di samping itu, terdapat juga beberapa agenda pertunjukan yang tak kalah seru yang mengusung garapan-garapan unik dan menarik lainnya, antara lain:  Tribute to Chrisye, Lagu Dolanan Jawa, Bali Teens, Dayak Kaltim, Maluku & Papua, Betawi & Sumatera, Java Ensamble,  Komposer Indonesia Timur, Art & Ritual from Nusantara.

“Kami juga bekerjasama dengan Clean Bali Series, sebuah program buku dan pendidikan tentang kesadaran lingkungan untuk anak-anak. Sudah dimulai sejak tahun 2006 dan yang telah aktif menggalang program bulanan “Bali Bersih” di Omah Apik,” jelas yaitu Nita Aartsen saat press conference di Kubu Kopi, Sabtu (25/8) kemarin. (SB-cas)

Comments

comments