FA KMHDI Deklarasi Bhinneka Tunggal Ika di Bali

FA KMHDI deklarasikan Bhinneka Tunggal Ika di Denpasar (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar — Belakangan hari ini Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) semakin gencar mensosialisasikan nilai-nilai persatuan dan kebhinekaan Indonesia, bahkan para tokoh nasional tidak luput diajaknya untuk bersatu menjaga NKRI. Tidak hanya itu, semangat Jokowi kian menular di daerah-daerah untuk mensosialisasikan akan pentingnya kebhinnekaan Indonesia.

Seperti di Bali misalnya, pada Minggu (20/11) Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) se-Indonesia menggelar Deklarasi Bhinneka Tunggal Ika di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar.

Ketua Umum Forum Alumni KMHDI, Ketut Udi Prayudi yang membacakan deklarasi tersebut menyatakan, ada enam point yang disuarakan FA KMHDI, Pertama keragaman adalah keniscayaan dan anugerah Tuhan, karena itu patut dihormati. Kedua, Indonesia besar karena kekayaan sumber daya alam dan keragaman Budaya, Suku, Agama dan Ras. Bangsa yang besar seharusnya sadar, paham dan yakin akan indahnya keragaman. Ketiga, dinamika sosial adalah keniscayaan dalam keragaman yang seharusnya didiskusikan, demi mencapai integrasi sosial bangsa. Keempat, keragaman, kebesaran dan dinamika sosial Indonesia telah termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945 yang menjamin kesetaraan setiap warga Negara untuk berpartisipasi secara aktif dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kelima, FA KMHDI meyakini, menjunjung dan menghormati nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam bentuk ideologi Pancasila dan hak-hak konstitusional dalam UUD 1945 dan Keenam, FA KMHDI mengajak seluruh komponen bangsa untuk senantiasa menjaga keragaman, Pancasila dan UUD 1945 dan menjadikannya sebagai bagian yang terintegrasi dalam pemikiran, perkataan dan perilaku semua warga Negara.

Disisi lain, ia juga menilai kegiatan Simakrama Agung FA KMHDI 2016 merupakan ajang untuk mengajak segenap anggota alumni untuk menjunjung tinggi dan menghormati nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai sebuah kekuatan dalam menjaga hak-hak konstitusional Undang-Undang Dasar 1945 dan mewujudkan ideologi Pancasila.

“Dewasa ini bangsa Indonesia berada dalam situasi yang penuh dengan dinamika sosial yang saling bertentangan, maka simakrama ini merupakan ajang yang tepat untuk mengajak masyarakat dan anggota FA KMHDI untuk bersatu dalam bingkai NKRI,” terang mantan komisioner KPU Provinsi Bali ini. (SB-hum-kmhdi)

 

 

Comments

comments