Demo FBH beberapa waktu lalu (foto-nova)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Sekitar 300 orang warga yang tergabung dalam Forum Bali Harmoni kembali mendatangi gedung DPRD setempat, di Denpasar, Selasa, untuk mendesak rencana pemerintah mereklamasi Teluk Benoa, Kabupaten Badung.

“Kedatangan kami yang kedua kalinya, setelah pada 11 November lalu kami juga datang ke sini beramai-ramai menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan terkait rencana reklamasi Teluk Benoa,” kata Juru Bicara Forum Bali Harmoni (FBH) Wayan Ranten di Denpasar, Selasa.

Wayan Renten
Wayan Renten

Ia mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan reklamasi Teluk Benoa dan sekitarnya.

“Kalau tidak dilakukan reklamasi wilayah kami, mungkin kami bisa tenggelam hidup-hidup, karena pada air pasang wilayah kami digenangi air laut. Karena itu kami mendukung reklamasi tersebut.

Para pengunjuk rasa yang mengenakan pakaian adat madya itu mendatangi gedung parlemen dengan diiringi gamelan tradisional.

Pada kesempatan tersebut para demonstran tidak bisa menemui anggota DPRD, karena hari ini para anggota parlemen keluar kota mengikuti bimbingan teknis di Jakarta.

Karena anggota dewan tidak ada di tempat, maka para pengunjuk rasa ditemui Kepala Sub Pengaduan Aspirasi Masyarakat, Sekretaris DPRD Bali Budiningsih.

“Karena tidak ada anggota dewan, maka saya menerima aspirasi bapak-bapak dan saya nanti sampaikan kepada dewan,” katanya.

Ada yang menarik, para pengunjuk rasa tersebut tidak sepenuhnya mengerti tujuan diajak ke gedung DPRD itu, karena sebagian ada yang menjauh dari aksi tersebut dan memilih mereka duduk berteduh di bawah pohon.

“Saya kepanasan, lebih baik saya duduk aja. Sudah ada yang bicara di depan dan sudah ada yang mengatur,” kata Nyoman.

Seusai melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi ke DPRD Bali, para demonstran mendatangi kantor Gubernur Bali dengan tujuan memberikan dukungan kepada pemerintah.

Mereka juga melakukan orasi, bahwa reklamasi Teluk Benoa, selain menyelamatkan Tanjung Benoa dari abrasi, juga ke depannya akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Reklamasi akan banyak menguntungkan, selain menyelamatkan lingkungan dari ambang abrasi, tetapi jika nantinya dimanfaatkan menyejahterakan masyarakat Bali,” kata Wayan Ranten menegaskan.

Seusai melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD dan kantor gubernur ratusan warga tersebut membubarkan diri dengan tertib dan damai yang dikawal ketat pihak kepolisian. (SB-ant)/redp.bon

Comments

comments

Comments are closed.