Dukung NKRI Tetap Utuh | Polda Bali Dikirimi Karangan Bunga

48
Karangan bunga di Polda Bali (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Fenomena karangan bunga rupanya tidak hanya terjadi di Jakarta, namun terjadi juga di Pulau seribu Pura. Seperti yang terlihat di Trotoar, depan Markas Polda Bali, masyarakat berbondong bondong membawa karangan bungan ke Polda Bali dengan ukuran dan tulisan yang berbeda beda.

Fenomena karangan bunga di Polda Bali terjadi sejak Kamis, (4/5). Meski masih hari pertama karangan bungan tersebut sudah mulai memenuhi  depan Polda Bali dan berbaris memanjang di trotoar. Karangan bunga tersebut sebagai  ucapan terimakasih dan bentuk dukungan masyarakat Bali kepada Polda Bali dan TNI untuk selalu menjaga NKRI agar tetap utuh.

“Karangan bunga itu sebagai bentuk dukungan dari masyarakat kepada Polri dan TNI agar NKRI itu tetap utuh, kalau bahasa yang tenar sekarang itukan NKRI harga mati. Karangan bunga itu ada karena ada isu yang berkembang bahwa NKRI ini mau dipecah belahkan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama,” ujar Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja di Polda Bali, Kamis (4/5).

Menurutnya, sekarang ini ada kelompok yang menganut paham radikal ingin membentuk negara baru berdasarkan Kilafahnya dan berasaskan agama. Atas dasar itulah, maka Polri meminta dukungan masyarakat untuk bersama sama menangkal paham radikal dan membentuk negara baru.  “Ada survey yang mengatakan bahwa lebih banyak masyarakat yang masih mempertahankan supaya NKRI itu tetap utuh dan berdasarkan Pancasila bukan berdasarkan kilafah agama. Atas permintaan itu, Polri hanya menindaklanjuti,” ujarnya.

Henky menambahkan bahwa sekelompok orang ini ingin mendirikan negara baru berdasarkan kilafahnya dan bukan berdasarkan Pancasila. Mengantisipasi hal itu, Polda Bali selalu memantau setiap aktivitas ormas yang ada di Bali. Karena, saat itu benih benih ormas yang diduga ingin memecahbelakan bangsa sudah mulai ada di Bali. “Di Bali sudah ada itu (ormas) yaitu HTI (Hisbut Tahir Indonesia). Benih benih ini selalu kita pantau. Namun sampai saat ini belum ada aktivitasnya hanya ada namanya,” ujarnya. (SB-Rio)

 

Comments

comments