Duh, Istri Wakil Walikota Gorontalo Pakai Narkoba

216
Istri Wakil Walikota Gorontalo dibelakang meja DJ dan inzert foto sehari-harinya (foto facebook).

SULUH BALI, Gorontalo — Wakil Wali Kota (Wawali) Gorontalo Charles Budi Doku membantah istrinya, Sherly Djou, melakukan transaksi jual beli narkoba, sebelum ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo.

“Istri saya menceritakan bahwa ada orang berinisial S yang memberikan barang kepadanya, melalui supir,” ujarnya di Gorontalo, Kamis (4/1/2017).

Budi menjelaskan bahwa S diketahui mencari istrinya melalui seorang teman bernama Novi untuk meminta bantuan.

“Istri saya mengira pria tersebut akan meminta bantuan kepada wakil wali kota, oleh karena itu istri saya berencana mendatanganinya, satu jam setelah S menanyakan istri saya,” jelasnya.

Budi mengatakan bahwa barang yang diduga narkoba jenis sabu-sabu itupun diberikan oleh S kepada supir usai menerima undangan namun tidak didatangi oleh istrinya.

“Setahu saya, baru kali ini istri saya menggunakan narkoba dan memang ada prosedur untuk rehabilitasi seperti pernah kecanduan, dan kami akan ikuti prosedur itu,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa istrinya gemar donor darah sejak lama, dan tidak benar jika ada informasi bahwa Sherly Djou telah menggunakan narkoba sejak beberapa tahun silam.

“Saya berterima kasih kepada BNNP karena telah menangkap. Pemerintah Kota Gorontalo ke depan akan terus memberantas narkoba dan minuman keras,” kata dia, lagi.

Menurut Budi, dengan adanya kejadian itu berarti sudah banyak narkoba yang beredar di Kota Gorontalo dan buktinya istrinya bisa terkena.

“Saya mengimbau kepada masyarakat bahwa narkoba sangat berbahaya, dan saya menyerahkan semua proses ini kepada BNNP,” imbaunya.

 

Warung Kopi

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo menangkap Sherly Djou, diakui Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Polisi Oneng Subroto pada keterangan pers, Rabu, memastikan bahwa pihaknya menangkap dua orang warga yang diduga menyalahgunakan atau memakai narkoba.

“Pada hari Selasa, 2 Januari 2018, pukul 22.00 wita atau malam hari, BNNP melakukan penangkapan di Jalan Cokroaminoto, Kota Gorontalo usai menerima laporan warga,” katanya.

Laporan masyarakat tersebut yaitu ada dua orang yang sedang menggunakan barang yang diduga narkoba di warung kopi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo untuk sementara mencabut izin operasi warung kopi yang menjadi lokasi operasi tangkap tangan (OTT) narkoba istri Wakil Walikota Gorontalo.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, Rabu, mengatakan warung kopi tersebut telah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, karena diduga melakukan peredaran narkoba di tempat itu.

“Karena sudah termasuk di syarat perizinan, maka kami menutup sementara izin warung kopi tersebut. Saat ini perizinan warung kopi sangat ketat, diantaranya tidak bisa menjadi arena perjudian, peredaran miras dan narkotika,” ujar Marten.

Saat ini penyelidikan sementara dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Jika terbukti di warung kopi itu menjadi tempat peredaran narkoba, maka pemerintah akan mencabut izin operasi secara penuh.

Marten juga mengatakan saat ini Pemkot Gorontalo lagi gencar melakukan penertiban minuman keras dan pemberantasan narkotika. Maka ia meminta agar penertiban itu dilakukan bukan hanya sebatas kalimat, namun lebih kepada tindakan.

“Jika tidak bisa menjual alkohol, maka hal itu tidak bisa, begitu juga narkoba. Saya bersama jajaran selalu melakukan razia, hanya saja saat razia tidak ditemukan. Upaya kita selalu dilakukan dengan tegas,” katanya.

 

Akun Facebook

Pada akun facebook yang diduga milik Sherly Djou, ada beberapa postingan terkait warung kopi bernama Perspektif Kopi, bahkan warung ini juga menggelar acara malam tahun baru. Selain menampilkan musik akustik, juga mendatangkan Disk Jockey asal Jakarta.  Dan ada beberapa foto saat  Sherly Djou berada di belakang meja DJ. Pada foto ini, setelah ada penangkapan banyak jadi cemoohan. Bahkan mempertanyakan, mengapa seorang wanita yang tampil selalu menggunakan hijab, bisa terjebak dalam prilaku yang dianggap menyimpang.  (SB-ant)

 

Comments

comments