Duh | 77 PNS se-Bali Gunakan Narkoba

616

SULUH BALI, DENPASAR – Kepala Biro Humas Pemprov Bali, Dewa Made Mahendra Putra mengaku kaget atas pemberitaan bahwa ada 77 PNS di Bali yang positif menggunakan narkoba saat dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.

“engga engga, saya ngga tahu (ada 77 PNS gunakan narkoba, red). Justru saya baru tahu,” ujar Karo Humas saat dikonfirmasi  di ruangannya, Jumat (27/5) sore kemarin.

Karo humas pemprov Bali menjelaskan bahwa pihaknya belum, mendapatkan data terkait adanya 77 PNS di bali yang positif. Namun kata dia, dalam kasus PNS yang terlibat menggunakan narkoba ini tentu ada kode etik yang bisa menjerat oknum PNS tersebut.

Untuk itu pihaknya masih menunggu apakah oknum PNS ini bisa dikenai pelanggaran kode etik ataukah mengikuti prosedurnya BNN yang menjadikan pengguna hanya sebatas korban yang hanya direhabilitasi. “Tentu ada kode etiknyakan. Kita tunggu aja. Kita tunggu aja siapa kan. Kan begitukan, who is that, kan kita ga tahu bro,” ujar pemilik nama Dewa Made Mahendra Putra.

Ketika ditanya apa tindak lanjut atau sikap pemprov terkait oknum PNS yang positif memakai barang haram ini, Karo Humas tidak menampiknya. Namun ia mengatakan bahwa sangat diperlukan untuk memperketat dan melakukan pengecekan terhadap PNS yang suka nyabu. “Kita setuju untuk memperketat (pengawasan terhadap PNS). Karena ini menyangkut bangsa dan anak anak bangsa,” ujarnya. Selain itu kata dia, demi menjaga efektivitas kerja masing masing instansi perlu perketat pengawasan anggota masing masing.

Katanya, pihaknya juga percaya atas hasil giat tes urine yang dilakukan oleh BNNP dengan mengantongi 77 PNS yang terlibat menggunakan narkoba.

Sementara itu data dari BNNP Bali, dari 4250 orang yang dites urinenya oleh hasilnya ada 77 orang PNS yang positif. Dari ke 4250 orang ini terdiri dari beberapa instansi dan golongan seperti dari eksekutif, legislatif, yudikatif, dan TNI/Polri.

Oleh BNNP Bali, 77 orang PNS ini statusnya sebagai korban yang perlu direhabilitas dan assessment. Sementara itu, dari assessment ke 77 orang PNS ini berhasil mendapatkan informasi tentang dari mana asal barang haram yang digunakan oleh PNS dan anggota dewan. Sehingga BNNP pun bisa menjaring pengedar dan penjual narkoba dari keterangan korban. (SB-Rio)

 

Comments

comments